oleh

Miniatur Taman Edukatif Hijau Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung

Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung (Foto : Putra)

Bandar Lampung : Stand Dinas Pertanian kota Bandar Lampung jadi miniatur taman pertanian edukatif unggulan yang sangat diminati pengunjung, karena selain menyediakan bibit unggul Stand ini memberikan edukasi bercocok tanam gratis terhadap masyakat.

Stand yang berada di posisi belakang anjungan kota Bandar Lampung ini dari kejauhan tanpak asri dan menghijau, terlebih saat didekati tata design nya menarik dan membuat nyaman para tamu yang ingin mengetahui sekilas informasi ataupun mencari rujukan bibit ungggul pertanian.

“Kita menyediakan informasi dan edukasi kepada para pengunjung, disini pengunjung bisa sharing dan bertanya seputar pertanian dan bercocok tanam yang baik untuk area terbuka maupun cara bercocok tanam menggunakan media Hidroponik,”Kata Mitra Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung, Awan, Selasa Malam (23/10/2018).

Di Stand Dinas Pertanian ini juga menyediakan bibit tumbuhan baik berupa sayuran seperti kol pakcoy, bayam merah, daun bawang, kemangi, kangkung dan lainya, kemudian buah-buahan seperti jambu, mangga, kelengkeng dan apel, durian dan lainya. Serta ditambah tanaman hias seperti unga aster, mawar, kaktus, krokot, anggrek dan juga lainya.

“Banyak yah ada sayuran, buah-buahan, tanaman hias serta lainya, kalau yang menjadi unggulan sih semuanya yah bunga, sayuran dan buah-buahan karena semua bibit bagus hitungan bulan saja sudah bisa panen,”Terangnya.

Awan juga menjelaskan jika harga bibit tanaman disini terhitung murah dan telah dipersiapkan sebulan sebelum galery ini dimulai, pada kesempatan itu pulalah dirinya menyiapkan dan menanam bibit didalam pot agar saat dipajang sudah terlihat ready dan tumbung segar.

“Range harga bunga terendah Rp.10rb sd 250rb, bibit sayuran mulai Rp.10ribu hingga Rp.15ribu sedangkan buah mulai dari harga Rp.20rb sd 375rbu.Persiapan ini sudah sejak beberapa bulan Lampung Fair dimulai, sehingga dengan kelapangan waktu itulah kita menanam, merawat dan persiapkan berbagai jenis tanaman ini,”Tukasnya.

Dilokasi yang sama Metropolis.co.id juga mendapatkan mendapat pernyataan secara angsung dari seorang pegunjung bernama, Wan Ahmad Rizko dimana dalam pengakuanya beliau merasa puas dengan edukasi yang diberikan petugas.

“Kami kesini tak hanya Belanja bibit tapi sengaja datang untuk sharing dan belajar bagaimana cara bercocok tanam yang baik, apa rekomendasi bibitnya lalu bagimana perlakuanya pada tanaman itu sendiri, saya rasa ini bagus banyak ilmu yang kami dapat,”Kata Wan Ahmad Rizko
Warga Tegineneng, Pesawaran yang biasa menanam jagung cabe dan terong itu juga menjelaskan bahwa semua informasi edukasi itu dibutuhkan oleh setiap orang yang ingin bercocok tanam, meskipun mereka petani tapi harus lebih memaksimalkan ilmu guna perkembangan usaha cocok tanam.

“Dari sharing itu kita tau bagaimana menanam dengan cara yang benar, harapanya petani maupun orang Dinas Pertanian harus mengerti dan bergerak di real masing-masing jangan orang pertanian gak tau soal tani apalagi petani jangan sampai tertinggal informasi cocok tanam harus update,”Tukasnya.

Penulis : Putra

Komentar

Tinggalkan Balasan