oleh

APBD-P Lampung 2020 Defisit Rp.136 Miliar

APBD-P Lampung Defisit Rp.136 Miliar

Bandar Lampung, (Metropolis.co.id) – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Lampung tahun anggaran 2020 mengalami defisit sekitar Rp136 miliar. Semua pihak diharapkan bersinergi untuk melewati masa pandemi.

Pemerintah provinsi bersama DPRD Lampung menggelar rapat paripurna pembicaraan tingkat II dalam rangka laporan Badan Anggaran DPRD terhadap Raperda Perubahan APBD Lampung tahun anggaran 2020, pembacaan keputusan DPRD Lampung dan penandatanganan Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 di ruang sidang DPRD Lampung, Selasa, 29 September 2020.

Hasil pembahasan perhitungan perubahan APBD Lampung tahun anggaran 2020 setelah melalui proses pembahasan, yakni pendapatan daerah semula Rp7.845.822.077.133.00 berkurang Rp628.538.757.611.86 sehingga jumlah pendapatan setelah perubahan Rp7.217.283.319.521.14.

Kemudian belanja daerah semula Rp.735.642.077.133.00 berkurang Rp381.406.369.469.55 sehingga jumlah belanja setelah perubahan Rp7.354.235.707.663.45. Selisih pendapatan dikurang belanja menyebabkan adanya defisit Rp136.952.388.142.31.

Sementara pembiayaan daerah yang semula minus Rp110.180.000.000.00 bertambah Rp247.132.388.142.31 sehingga menjadi Rp136.952.388.142.31. Pembiayaan juga bertambah Rp.251.132.388.142.31 dari awalnya Rp82.000.000.000.00 sehingga setelah perubahan menjadi Rp336.132.388.142.31.

Penambahan juga terjadi di sisi pengeluaran pembiayaan. Dari yang semula Rp195.180.000.000.00 bertambah Rp4.000.000.000.00 sehingga setelah perubahan menjadi Rp199.180.000.000.00. Sementara untuk pembiayaan neto setelah perubahan Rp136.952.388.142,31.

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan meskipun saat ini sedang menghadapi pandemi covid-19, semua pihak diajak untuk tetap semangat dan tidak mudah terpecah belah. Ia optimistis Lampung mampu melewati masa pandemi ini. Orang nomor satu di Lampung itu juga tak lelah mengajak semua pihak untuk tetap melakukan protokol kesehatan.

“Kami sampaikan apresiasi kepada DPRD Lampung. Secara subtansial menyangkut pelayanan publik dan optimalisasi alokasi anggaran yang disepakati bersama. Kesamaan pandangan ini sangat penting artinya supaya lebih ditingkatkan lagi di masa mendatang,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Lampung, Mingrum Gumay, mengatakan ke depan pihaknya legislatif dan eksekutif untuk terus bersama-sama bersinergi dalam pembangunan di Lampung.

“Sinergi akan terus dijalankan agar kita bisa mewujudkan masyarakat Lampung yang sejahtera dan berjaya,” katanya.

Red

Komentar

Tinggalkan Balasan