oleh

Lapor Pak Polisi, Ada Pengendara Motor ‘Brutal’ Keroyok Wartawan

Oknum pengendara ‘Brutal’ yang diduga menjadi Pelaku pengeroyokan wartawan

Bandar Lampung, (Metropolis.co.id) – Nasib naas menimpa seorang waratwan radar Lampung Agung Budiarto, ia mengalami pengeroyokan dan pemukulan oleh sekelompok pengendara motor di area Fly Over Sultan agung saat pulang dari peliputan di Pemerintahan Provinsi Lampung, Senin (19/10).

Diceritakan Agung, ia mendapatkan perlakuan tak mengenakkan itu dari sekelompok pengendara sepeda motor ‘Brutal’ yang menyiramkan pasir serta melakukan pemukulan hingga merampas junci motor miliknya.

“Saat saya melintas di Jalan Sultan Agung mau kekantor (Radar Lampung) sekira pukul 15.20 WIB. Saat itu jalan dalam kondisi macet, lalu tiba-tiba dari arah belakang ada morot ninja gas-gas kencang, sempat saya tanyakan apa alasanya namun dia berlalu,” kata Agung alias Abut sering disapa rekanya.

Usai kejadian itu lantas Agung melajuy perlahan menyusuri jalanan macet sultan Agung, namun entah ada anfin apa tiba-tiba saja dari belakang ada sebuah motor Yamaha RX King BE 5061 JZ, kemudian pengendara tanpak sengaja berteriak kemudian melontarkan cacian.

Tak hanya menerima cacian, rupanya sipemilik RX king terdahulu turut menghampiri dan menabrak ban belakang sepeda motor milik Agung.

“Sempat saya tanya kenapa, ada apa, namun sipengendara langsung marah dan menyebut ‘Sok hebat kamu ini berhenti di tengah jalan’,” ujar Agung menirukan ucapan itu.

Agung juga merasa heran kenapa mereka berlaku demikian, pasalnya gung tidak merasa memiliki masalah.

“Wajar saya menanyakan, mengapa sampai menabrak?,” ungkap Agung.

Namun mungkin merasa tak terima dengan pertanyaan Agung, tiba-tiba saja  ada satu orang yang dibonceng oleh pengendara RX King itu melempar wajah korban dengan pasir sehingga masuk ke mata korban.

“Setelah disiram pasir ke wajah saya, sempat terjadi beberapa kali pemukulan. Kemudian, mereda karena banyak warga. Setelah dilerai, saya sempat memotret pelaku pengendara Sepeda motor RX King itu. Namun dia tidak terima. Saya sudah diatas motor. Dia menghampiri saya. Saya kira dia hendak memukul, tapi mengambil kunci kontak motor saya. Lalu saya rebut dan hanya mendapat gantungannya saja. Setelah itu dia kabur,” kata dia.

Dari penelusuran di situs Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, diketahui sepeda motor Yamaha BE 5061 JZ merupakan kendaraan dinas (randis) pelat merah. Namun belum diketahui randis di lingkungan pemerintah mana. Saat ini, korban berencana mengumpulkan berkas untuk laporan ke polisi.

Radar/Bud

Komentar

News Feed