Menderita Tumor Ganas, Warga Pesisir Barat Ini Butuh Uluran Tangan

Menderita Tumor Ganas, Warga Pesisir Barat, Butuh Uluran Tangan

Krui, (Metropolis.co.id) – Didera penyakit tumor ganas dibagian kaki sebelah kanan, Yudi (50) warga pemangku V, Dusun Kayulana, Pekon Pemancar, Kecamatan Pesisir Utara, Pesibar terpaksa terkulai layu dengan segala kekurangan biaya untuk berobat.

Sakit tumor ganas sebesar buah semangka di Paha Kanan itu kini semakin parah dan membesar, sehingga harus memaksa Yudi terbaring dan beristirahat total dirumah, bahkan untuk buang air ke kamar mandi harus merangkak.

Yudi bapak 3 anak ini memgatakan, tumor yang menyerang kaki kanan nya berawal sejak 17 tahun silam, tepatnya di tahun 2003.

Suami dari Ela (41) menceritakan Gejala Awal dirinya merasa sakit seperti di tusuk- tusuk jarum dan muncul benjolan kecil di bagian lutut, seiring lamanya waktu benjolan itu semakin membesar.

Karena semakin bertambah Besar Benjolan tersebut, Petani Kopi asal Dusun kayulana ini, sempat pergi berobat ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Alimudin Umar Liwa, Kabupaten Lampung Barat. Dokter menyarankan agar kaki kanan yudi di amputasi, Namun dia menolak.

“Saya pernah berobat ke rumah sakit liwa pada tahun 2010, Dokter menyarankan untuk di Amputasi, tapi saya menolak karena pertimbangan kalau kaki saya di amputasi tidak bisa beraktifitas dan mencari nafkah untuk keluarga,” jelas Yudi.

Mirisnya, meski dalam kondisi sakit, Yudi tetap memaksakan diri bekerja mencari nafkah dan menunjukan tanggungjawab sebagai seorang bapak. Perjuangan Yudi terhenti sejak dua bulan lalu karena tumor yang menyerangnya semakin parah.

” Ini benar- benar sakit, saya susah tidur, makanya badan saya semakin kurus pak, untuk berjemur saya harus memakai tongkat,cuaca sepanas inipun sekujur kaki saya terasa dingin, ” iba yudi.

Meski dalam kondisi sakit menahun, yudi tetap menunjukan wajah ceria saat mengobrol dengan sejumlah wartawan yang menyambangi rumahnya sore tadi. Semangat hidupnya jelas terlihat masih menyala.

“Saya masih mau mencari jalan pengobatan, apapun keputusan medis bila keluarga setuju saya ikhlas di amputasi,” ujarnya.

Meski memegang kartu Indonesia Sehat, Penerima Bantuan Iuran (KIS-PBI) Pemerintah, Yudi mengharapkan uluran tangan Para Darmawan guna pembiayaan pengobatan dirinya.

Hingga kini Yudi masih membutuhkan bantuan dari orang lain untuk berobat termasuk sedikit kepedulian dari aparat pekon pemancar, yang telah berupaya membantu dana dan memasilitasi Yudi ke rumah sakit.

Red/ZL/Gus

Komentar