oleh

Operasi Yustisi PPKM Darurat Satpol PP dan Muspika Talun Dengan Cara Humanis

Operasi Yustisi PPKM Darurat Satpol PP dan Muspika Talun Dengan Cara Humanis

Blitar, (Metropolis.co.id) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), bersama Koramil, Polsek, serta Muspika Kecamatan Talun gencarkan operasi yustisi PPKM darurat dalam rangka mengurangi penyebaran dan bertambahnya angka Covid-19 di Kabupaten Blitar.

Camat Talun, Endro Riyadi, mengatakan, dalam operasi yustisi tersebut, petugas masih menemui masyarakat yang melanggar aturan operasi yustisi pengawasan dan penegakan.

“Masih banyak ditemui yang melanggar protokol kesehatan, serta pelanggaran jam malam bagi warung dan toko. Masyarakat yang melanggar prokes akan diberikan edukasi sampai sanksi sosial,” katanya.

Endro menjelaskan, tujuan operasi yustisi PPKM yang ketat dimasa pandemi Covid-19 ini, agar masyarakat lebih berhati-hati dan saling mengingatkan akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan. Penerapan 3M seperti memakai masker, mencuci tangan dengan air mengalir, menjaga jarak harus terus digalakkan.

“Semakin masyarakat taat aturan protokol kesehatan, penularan Covid-19 juga akan semakin menurun dan Kabupaten Blitar akan menjadi hijau kembali,” jelasnya.

Endro mengungkapkan, apabila ada yang perlu penanganan cepat, seperti pemulasaran jenazah atau pemakaman, dari trantib akan selalu mendampingi, serta mengawasi pelaksanaan ditempat pemakaman. Untuk pemulasaraan jenazah di kecamatan Talun, sesuai koordinasi dengan kepala PKM dan sesuai petunjuk dinas kesehatan, PKM Talun untuk pemulasaraan jenazah diserahkan ke desa.

“Hal tersebut karena keterbatasan tenaga kesehatan dan semakin meningkatnya angka kematian di wilayah Talun. Di desa dan kelurahan sudah ada petugas-petugas yang sudah dilatih. Sementara yang difungsikan ini hanya untuk pemakamannya, dan tim dari PKM hanya mendampingi bila ada kesulitan,” ungkapnya.

Endro menambahkan, dengan gabungan beberapa elemen dalam operasi yustisi tersebut, mampu memberikan edukasi pada masyarakat. Yang mengadakan operasi itu tidak hanya dari kecamatan tetapi juga dari kabupaten sehingga menimbulkan rasa percaya diri, bahwa yang dilakukan oleh pemerintah kecamatan adalah untuk mengamankan dan menyelamatkan masyarakat di Talun.

“Terkadang ada benturan terkait dengan argumen-argumen dari pedagang, dengan alasan dagangan belum laku, tetapi kita melakukan pendekatan dengan humanis, yaitu bagaimana masyarakat itu tidak dikejar-kejar atau merasa ekonominya dihalang-halangi,” imbuhnya.

Terakhir, masih menurut Endro, kegiatan ini adalah program pemerintah dan tidak mungkin itu menyengsarakan masyarakatnya, dan itupun hanya berlaku sementara.

“Diharapkan kerjasama dari seluruh masyarakat, bagaimana untuk memutus mata rantai penyebaran virus covid19 ini, yaitu dengan cara mentaati aturan dari pemerintah, dan juga melaksanakan aturan ini ke lapisan masyarakat, supaya tidak menyinggung dan salah faham, serta memberikan pemahaman yang sama,” pungkasnya.

Eko /Adv 

Komentar

News Feed