Keluarga Minta JK Dihukum Berat dan Aset Korban Dikembalikan

Nasional, Way Kanan413 Dilihat
Keluarga Reni Minta Pelaku Dihukum Berat dan Aset Korban Dikembalikan

Way Kanan, (Metropolis.co.id) – Pihak keluarga korban pembunuhan di sebuah sumur tua di Way Pangubuan Lampung Tengah an Reni als Tukini bin Tukimin yang dibunuh oleh suami siri-nya JK meminta polisi mengusut tuntas kasus ini, dengan membuka seterang-terangnya serta menghukum berat pelaku sesuai perbuatanya.

Hal ini disampaikan oleh pihak keluarga yakni Yono (42), ia sangat menyesalkan kelakuan JK yang selama ini sudah hidup bersama korban bahkan ‘dihidupi’ dengan kecukupan uang dan harta tetapi tega berniat keji bahkan nekat melakukan pembunuhan dan sampai menghilangkan nyawa bibi kandungnya.

“Kami meminta pihak kepolisian dan kejaksaan menghukum berat pelaku sesuai perbuatanya yang tega menghabisi nyawa bibi kami,” kata yono (42) saat ditemui dikediaman Reni als tukini Binti Tukimin di Gincing, Lebak Peniangan, Rebang Tangkas, Way Kanan, sabtu (22/08/2021).

Selain meminta polisi dan jaksa mmberikan dakwaan dan hukuman berat, ia juga meminta polisi membantu memulihkan asset korban yang berada ditangan pelaku, sebab diketahui, ada sejumlah tabungan, uang dan benda bergerak yang diyakini masih dikuasai pelaku joko.

Baca Juga : PBHI Pertanyakan Soal BB dan Prosedur Hukum Kasus Reni di Polres Lamteng

“Kami menuntut hak korban, itu kan ada kalung, surat menyurat, barang bergerak yaitu mobil, motor yang dipakai waktu pergi, sejumlah uang,  bibi saya pernah cerita nilai nya besar, miliaran, itu uang bahkan sempat dipakai pelaku dengan alasan investasi, kan semua transaksi dagang dan simpananbibi saya ini ditangan joko semua, ada via rekening ada juga yang cash,” pinta Yono didampingi kakak kandung alm yakni bapak Bunadi bin Tukimin (69).

Yono yakin, hingga kini semua asset milik Reni dari bisnis daging, jual beli karet dan sebagainya masih belum semuanya diungkapkan atau diakui pelaku JK, ia khawatir sejumlah asset itu ‘kabur’ bahkan hilang tanpa diketahui pihak keluarga.

“Periksa harta pelaku, baik, kemana aliranya, semua perlu, karena joko masih ‘tutup mulut’, jadi kami pihak keluarga belum puas ini harus terungkap,” ungkap yono tegas.

Ia bahkan mengungkap fakta lain, bahwa selama ini pelaku nikah dengan korban keluarga tenang tenang saja, tidak ikut campur walaupun mungkin istri sah joko tidak tau, bahkan ia juga menduga anak istrinya juga turut dihidupi dari aliran uang hasil keringat bibinya.

“Ya patut diduga jugalah joko ini simpan asset bibi saya dimana, dilasih kesiapa, wong selama ini banyak cerita bahwa joko ini bukan siapa-siapa tapi bisa punya mobil dan uang banyak, lah darimana ,” tegasnya.

Red

Komentar