Pj Ketum PBB Usul Yusril Jadi Menko Polhukam di Kabinet Prabowo-Gibran

Politik1691 Dilihat

Jakarta, (Metropolis.co.id) – Pj Pimpinan Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Fahri Bachmid menganjurkan Yusril Ihza Mahendra jadi Menko Polhukam di kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Fahri memandang jabatan tersebut cocok dengan kapasitas serta keilmuan Yusril.

“Ya, jadi kan hingga dikala ini kan belum ketahui ia jabatannya di mana. Tetapi jika andaikan ditanya tentang idealnya dia posisi-posisi departemen itu bisa jadi lebih pas cocok dengan kapasitas serta keilmuannya, itu di Menko Polhukam. Bisa jadi tempatnya di sana Sebab lebih luas, lebih kepada aspek kebijakan yang jauh lebih holistik, kira-kira dia dapat pikirkan tentang gimana bangun sistem serta sebagainya,” kata Fahri kepada wartawan di kediamannya, Kamis (23/5/2024).

Fahri memperhitungkan Yusril wajib memperoleh jabatan yang lebih besar dari Jaksa Agung. Baginya itu pula sejalan dengan kemauan Yusril buat membangun sistem.

“Ya jika Pak Yusril kan wajib jabatan yang lebih besar kan. Sebab yang dia pikirkan sepanjang ini kan gimana membangun sistem. Jika jadi Jaksa Agung kan tidak bangun sistem. Itu eksekutor,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Fahri menyebut Yusril pula terhalang ketentuan MK terpaut Jaksa Agung wajib terbebas dari partai politik sepanjang 5 tahun. Baginya itu yang pula jadi hambatan

“Jadi memanglah sangat kelihatannya tidak sangat sesuai jika Pak Yusril jadi Jaksa Agung. Dari segi perundang-undangannya tidak menunjang terdapat batas yang memanglah telah diputuskan oleh MK. Dari aspek kapasitas Pak Yusril itu wajib lebih kepada gimana membangun sistem tata negeri Yang sangat sesuai buat nahkodai itu kan terdapat di menko. Biar lebih holistik. Kira-kira gitu konsep pikirnya yang dapat tereksekusi jadi kebijakan negeri serta terdukung oleh perubahan-perubahan regulasi. Itu Profesor Yusril cocoknya yang seperti gitu. Sebab dia wujud besar,” jelasnya.

Walaupun demikian, Fahri membantah Yusril mundur demi mengejar jabatan Menko Polhukam. Baginya Yusril mundur atas kemauan individu

“Nggak, belum, yang tadi aku ngomong analisis aku andaikan diperlukan bangsa serta negeri jika ingin diperlukan Prabowo. Tetapi mundurnya Pak Yusril itu kan kemauan dia yang telah 2 tahun kemudian saat sebelum pilpres ini diselenggarakan, dia telah berkepentingan buat mundur,” ucap ia

detik

Komentar