oleh

Bustomi: Penanganan Banjir Harus Terintegrasi

Bustomi: Penanganan Banjir Harus Terintegrasi

Bandar Lampung, (Metropolis.co.id) – Calon Wakil Wali Kota Bandar Lampung Prof. Bustomi Rosadi mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, hal itu diungkapkanya saat meninjau beberapa kelurahan yang terdampak banjir, Minggu (21/6/2020).

Prof Bustomi mengatakan, sangat penting mengatur tata ruang kota dan melaksanakannya sesuai peruntukkan awal. Misalnya wilayah yang sudah disiapkan sebagai kawasan pemukiman atau kawasan hijau yang berfungsi sebagai daerah resapan air agar etap dijaga peruntukannya. Demilian pula aturan tentang sempadan sungai.

“Sekarang kita bisa melihat, apakah kita sudah melaksanakan tata ruang secara benar dan sesuai dengan aturan (perda)?. Contohnya kawasan hijau yang harusnya dilestarikan. Pada kenyataannya, kita lihat sekarang ini banyak bukit yang sudah habis dipangkas (dikeruk)?” kata pakar Tata Air lulusan Jepang itu.

Sehingga, lanjut Prof. Bustomi, pelanggaran terhadap tata ruang, dan aturan lainnya, menjadi faktor penyebab banjir. Saat ini banyak warga yang pemukimannya melanggar garis sempadan sungai.

Disamping itu sistem drainase yang tidak berfungsi dengan baik karena pendangkalan, penyempitan badan sungai untuk pembangunan rumah dan sebagainya. Serta adanya pembuangan sampah ke badan sungai yang tidak terkendali.

Menurut dia, banyak masyarakat masih buang sampah sembarangan. Faktor lainnya adalah curah hujan yang intensitasnya tinggi karena telah terjadi perubahan iklim. Dampak banjir ini luar biasa terutama yang dirasakan oleh masyarakat terdampak.

Misalnya banjir tahun 2013 kerugiannya mencapai 60 miliar rupiah. Banyak masyarakat terdampak yang dirugikan baik moril maupun materil. Karena itu penanganan banjir dari hulu ke hilir harus dilakukan secara terintegrasi untuk mengurangi kerugian sosial ekonomi masyarakat terdampak.

“Sehingga, pelaksanaan pembangunan harus memperhatikan tata kelola air,” kata dia.

Untuk itu, jika diberi amanah oleh warga Bandar Lampung dalam kontestasi Pilkada 9 Desember 2020 mendatang, bersama calon Wali Kota H. Firmansyah Y Alfian, Prof. Bustomi siap menangani banjir secara terintegrasi.

“Yaitu, dengan menyempurnakan master plan banjir, dan tata ruang yang ada serta menyiapkan aturan pelaksanaannya. ” kata Wakil Rektor IV Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya itu.

Dengan konsep Pengelolaan banjir terintegrasi (Integrated Flood Management), Prof. Bustomi mengatakan pihaknya akan melibatkan berbagai kalangan. Seperti akademisi, organisasi pemerhati lingkungan seperti Walhi, dan para tokoh dan pakar tata perkotaan dalam mencari solusi banjir yang kerap terjadi.

Red

Komentar

News Feed