oleh

Ikhlas, Terimakasih Bang Yadi !

Oleh : Yulius Putra

Catat sejarah bergelut di dunia kewartawanan dengan penghasilan uang banyak mungkin sudah biasa, namun cetak sejarah untuk mengiklaskan uang ratusan juta rupiah hingga hampir satu miliar barang tentu menjadi sangat luar biasa.

Ini terjadi di Provinsi Lampung, ketua PWI dua periode dengan total masa jabatan selama 12 tahun, Supriyadi Alfian menorehkan sejarah, dalam laporan keuangan PWI Lampung per 31 Oktober 2021 tercatat senilai Rp.713.712.944,- uang talangan dari Supriyadi Alfian yang terpakai untuk kegiatan organisasi PWI Lampung dengan status pinjam.

Diketahui, piutang senilai Rp.713.712.944,- adalah nilai uang yang dipakai oleh organisasi PWI Lampung yang ia nahkodai, sejumlah uang itu kemudian dipinjam secara berkala dari setiap momen kegiatan PWI Lampung, uang tersebut adalah uang pribadi Supriyadi Alfian yang terpakai demi lancarnya kegiatan-kegiatan PWI Lampung.

Nilai uang yang dipinjam itu juga tercatat dalam laporan keuangan masa akhir jabatan dua periodenya dan tertulis lengkap didalam buku besar Konferensi XI PWI Lampung 2021, disana secara detil tertulis lengkap mulai dari tanggal peminjaman, kegunaan dan nilai pinjamnya.

Sementara Konferensi Provinsi atau Konferprov XI PWI Lampung adalah ajang lima tahunan pemilihan ketua baru PWI Provinsi Lampung yang kali ini bertepatan pada tanggal 2-3 Desember 2021 di Hotel Seraton Bandar Lampung, dari total 484 suara sah DPT PWI Lampung 301 meilih Wirahadikusuma sehingga menjadikanya ketua PWI Lampung Terpilih periode 2021-2026 meninggalkan dua calon lainya yakni, Nizwar Ghazali dan Juniardi.

Dalam Konferprov itu juga terungkap bahwa PWI Lampung memiliki pinjaman sebesar Rp.713.712.944,- kepada Supriyadi alfian.Namun dengan berbesar hati, secara iklas, sadar dan izin istri untuk organisasi tercinta yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung, Supriyadi Alfian sekeluarga mengikhlaskan uangnya yang digunakan untuk organisasi wartawan tersebut tanpa syarat dan apapun selain kata IKLAS.

“Ini patut dicontoh oleh seluruh PWI Provinsi di Indonesia, bahwasanya dalam laporan keuangan dipenghujung masa jabatan (Konferprov), PWI Lampung masa jabatan Supriyadi Alfian melibatkan kantor akuntan publik Auditor independent dalam laporan keuanganya,” ujar Ketua Umum PWI Pusat Atal S depari yang hadir di Konferprov PWI Lampung dengan didampingi Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Zulkifli Gani Ottoh.

Sanjungan ini tentu sangat beralasan, pasalnya peraih PIN Emas PWI Pusat ini juga dinilai berhasil membangun PWI Lampung lebih maju dengan bukti relasi dan jejaringnya, Supriyadi Alfian juga sukses merehab Kantor PWI Lampung menjadi megah berlantai tiga, pun demikian kesuksesan lain dalam mengeksekusi kegiatan dan program kerjanya.

Tak banyak harapnya, Supriyadi Alfian hanya ingin menunjukan loyalitasnya pada organisasi yang ia cintai, ia mengaku puluhan tahun bergelut di kepengurusan PWI Lampung, cukup sudah sebagai bakti profesi yang kini membesarkanya, bahkan menjadi jalan dari kesuksesan dan keberhasilanya selama ini.

“Saya mengikhlaskan (sejumlah uang itu) demi organisasi PWI. Semoga ini menjadi amal ibadah kepengurusan PWI selama 12 tahun saya pimpin, kita harus ikhlas berkorban demi kemajuan organisasi yang kita cintai dan teman-teman semua,” ujar Supriyadi Alfian sembari berulang kali mencium istrinya dengan penuh haru.

Hal lain yang disampaikanyua dalam tiap pembicaraan ataupun pertemuan adalah, permohonan maafmnya selama masa jabatan.

“Selesai sudah tugas pengabdian selama 30 tahun di organisasi wartawan tertua PWI Provinsi Lampung. Banyak suka dan dukanya, berawal menjadi : Ketua Seksi Wartawan Pariwisata & Budaya dan Film 4 tahun, Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) dua periode, dilanjutkan Sekretaris PWI Lampung 8 tahun, menjabat Ketua PWI 12 tahun, Periode 2008-2010 dilanjut 2011-2016 dan 2016-2021,” kata Supriyadi.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya, bila selama masa tugasnya baik itu secara pribadi dalam pergaulan dengan pengurus PWI, wartawan se-lampung, rekan kerja, instansi pemerintah, pimpinan dan para kolega bila pernah saling koreksi dan tanpa sengaja menyinggung hati.

“Mohon ma’af kepada semua pihak selama pergaulan pastinya ada turur kata yang kurang berkenan.
Semoga generasi penerus bisa merawat, menjaga dan meningkatkan profesionalisme wartawan di Provinsi Lampung,” lanjut Owner Harian Momentum Group ini.

Diakhir ucapanya ia juga berharap agar pengurus baru yang terus beregenerasi dapat meneruskan tongkat estafet kemajuan PWI Lampung yang berkesinambungan.

“Selamat bertugas pengurus baru PWI Lampung 2021-2026, semoga amanah, Jaya selalu.Aamiin,” Demikian Supriyadi alfian.

Tak mudah memang menilai sesorang bila belum secara mendalam, sebagian diantaranya mungkin hanya melihat kulit, lalu kemudian mengungkit keburukan orang lain, sehingga apa perjuangan yang telah ia lakukan, lewati sehingga sukses hingga saat ini luput dari peratian.

Tidak untuk dipamerkan juga, namun dari sini saya selaku penulis juga belajar tentang apa itu profesi, dan apa penunjangnya, lalu bagaimana korelasinya dengan relasi dan jejaring, sehingga kita bisa menempatkan diri secara terhormat dan Laki-laki.

Sebagai penutup saya juga teringat pada pesan panutan tetua kita Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Edward Syah Pernong, S.H., M.H, ia pernah menyebut, bila kita tidak lebih baik dari orang lain, maka tiada salahnya untuk saling menghormati, janji setepatan hutang sebayaran dan saling menghidupkan kartu.

Tabikpuuuuuun !!!!!

Yulius Putra
Wartawan Utama

Komentar

Tinggalkan Balasan