Tanggap Soal DBD, KUPT Puskesmas Tanjungsari dan Camat Natar Diapresiasi Warga

Lampung Selatan1529 Dilihat

Natar, (Metropolis) – Ancaman Demam Berdarah (DBD) kian merebak, dengan sigap UPT kesehatan Natar dan pihak Kecamatan bergerak cepat mendatangi pasien DBD dan melakukan Fogging dilokasi, Sabtu (27/04/2024).

Atas respon cepat itu warga masyarakat dusun induk Muara Putih, Natar Lampung Selatan ucapkan terimakasih.

“Terimakasih pada pihak kesehatan KUPT Puskesmas Tanjung Sari Natar kemudian terimakasih juga untuk ibu camat Natar, kini warga sudah sedikit tenang dengan adanya fogging di beberapa rumah warga tadi,” kata warga setempat Putra pada Sabtu (27/04/2024).

Adanya fogging ini bermula dari laporan masyarakat akan adanya kasus demam berdarah diwilayahnya, disertai hasil lab positif DBD Rumah Sakit terhadap beberapa warga setempat di RT II dusun Induk Muara putih yang terkena Demam berdarah.

“Atas permintaan kami warga pada UPT kesehatan Natar. Alhamdulillah dibantu juga oleh atensi camat Natar, kemudian dilakukan pengecekan oleh UPT kesehatan Natar, hasilnya positif sehingga selanjutnya dilakukan fogging tadi pagi,” katanya.

Tingkat tren demam berdarah saat ini memang sedang meningkat di Lampung, beberapa kasus juga tercatat mengakibatkan kematian.

Diketahui, kasus demam nerdarah dengue (DBD) di Provinsi Lampung kembali meningkat Periode Januari-Maret 2024 tercatat temuan sebanyak 3.221 kasus dengan angka kematian 12 kasus.

Berdasarkan data diterima Dinkes Provinsi Lampung dihimpun dari 15 kabupaten/kota, kasus DBD tercatat mengalami peningkatan kurang lebih 500 kasus sejak awal 2024 atau kurun waktu tiga bulan terakhir.

Kasus DBD tertinggi di Provinsi Lampung terjadi pada Maret 2024 total 1.460 kasus dengan empat kasus di antaranya meninggal dunia.

Sebelumnya pada Februari 2024 ditemukan 1.199 kasus dengan 6 kasus kematian. Lalu saat Januari 2024, tercatat sebanyak 562 kasus dan dua kasus di antaranya berujung kematian terhadap penderitanya.

Cuaca menjadi salah satu penyebab berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegepty.

Untuk itu para pihak mengimbau agar masyarakat berhati-hati karena tingkat resiko dimusim peralihan hujan ini lebih tinggi.

Red

Komentar