Dewan Pers Ingatkan Awak Media, Jadi TS Wajib Cuti, Nyalon ya Berhenti!

Bandar Lampung, (Metropolis.co.id) – Dewan Pers melaksanakan workshop peliputan pilkada 2024 bersama seluruh konstituen dewan pers se-Lampung di Hotel Grand Mercure, Kamis (25/07/2024).

Wakil ketua Dewan Pers, Agung Dharmajaya mengatakan, Dewan Pers punya konsen untuk pilkada November 2024 berjalan dengan baik dan lancar.

“Alhamdulillah pilpres terlalui dan selesai dengan baik, demokrasi terpenuhi, adapun yang melapor dan menggugat semua tersalurkan dan diproses,” katanya membuka workshop.

Menurutnya Ini moment baik, bagaimana pers bisa menjadi rambu dan mampu menjaga terselenggaranya pilkada di daerah masing-masing.

“Ini penting. Bagaimana agar pilkada ini sukses maka jaga diri masing-masing sesuai tupoksi masing-masing,” sebutnya.

Latar belakang wartawan, peliput, jurnalis semua lahir dari ragam berbeda, bekerja jadi jurnalis untuk apa yang akan ditulis dan dampak yang telah ditulis.

Ia juga menyebut, pilkada November 2024 mendatang punya eskalasi berbeda dengan pilpres, kalau pilpres tidak kenal dekat dengan tokoh dan calon, intensitas terbatas.

Seperti contoh bila ada calon kepala daerah baik Gubernur maupun Bupati dan Walikota di Lampung, pastilah kita punya kedekatan emosional dengan para calon, maka tensinya berbeda.

“Maka tokoh yang akan jadi kandidat yang dekat itu, apakah kita mampu menjaga bahwa pers tidak menciderai reformasi, merusak kepercayaan publik semua tentang netralitas dan memberikan hak sama pada para calon,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung meskipun secara fakta saat ini media menjadi bisnis, namun dibalik itu semua itu harus ada satu pedoman atau pemahaman bersama bahwa pers punya ruang sendiri tidak berpihak.

“Iklanya banyak, yang nongol dia terus (satu calon), berikanlah hak yang sama untuk yang lain,” pesannya.

Terpenting dan sebagai inti penyampaiannya, Agung menitipkan pesan pada para jurnalis maupun wartawan, bahwa bila menjadi tim sukses harus cuti di media.

Kedua bila mencalonkan diri maka bukan lagi cuti, tapi berhenti dan mengundurkan diri dari jurnalis atau wartawan itu adalah langkah baik.

“Saya mengingatkan meski ada keberpihakan pribadi silahkan, tim sukses boleh bahkan ikut menjadi calon juga boleh, tapi tapi secara profesi harus jelas, bila jadi tim sukses maka nyatakan cuti baik diredaksi maupun dimedia, bila mencalonkan diri maka berhenti,” kata Agung tegas.

Ia menyebut ketentuan itu saat ini memang diberbagai organisasi konstituen sudah disampaikan agar dilaksanakan, sebagai sikap untuk menjaga Marwah profesi ataupun menjaga kepercayaan publik.

“Jangan ajari institusi lain kalau mau maju harus mundur, tapi giliran awak media nyalon malah gak mencerminkan hal sama, kalau mencalonkan diri maka berhenti, itu sikap tegas dan terukur jangan malu-maluin,” demikian Agung.

Turut hadir diacara workshop sebagai narasumber yakni Asep setiawan dari dewan pers, Ketua Bawaslu Iskardo P Panggar, ketua KPU Erwan Bustami, Asep setiawan dari dewan pers, dari KPID Budi jaya Ingrid, dan jurnalis senior MNC pak Jamal.

Dari konstituen juga hadir awak media dari TV, online, cetak dan radio, termasuk ketua organisasi profesi yg terdaftar di dewan pers.

Putra

Komentar