Bandar Lampung, Metropolis – Hama atau penyakit pada tanaman adalah salah satu keluhan bagi sebagian petani di Desa Dono Arum. Serangan hama dan penyakit yang tidak teratasi dapat mengakibatkan kegagalan panen yang akhirnya berdampak pada perekonomian masyarakat.
Sebagai respon terhadap hal tersebut, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) menghadirkan program sosialisasi dan penyuluhan inovasi pestisida nabati (pesnab) di Desa Dono Arum, Kecamatan Seputih Agung pada Rabu, 15 Januari 2025.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani terkait penggunaan pestisida nabati. Selain itu, program juga dirancang untuk mengurangi ketergantungan petani dalam penggunaan pestisida kimia sehingga dapat menurunkan biaya produksi.
Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tumbuhan. Bahan dasar yang digunakan dalam program ini adalah adalah daun pepaya. Getah dari daun pepaya dikenal mengandung senyawa-senyawa dari golongan alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan asam amino non protein yang beracun bagi serangga.
Selain daun pepaya, alat dan bahan lain yang digunakan adalah air, sabun cuci, botol bekas, blender, saringan, dan baskom. Alat dan bahan ini dipilih karena mudah dijangkau oleh petani setempat.
Proses pembuatan pestisida nabati dimulai dengan menyiapkan 4 helai daun pepaya, mengiris daun menjadi beberapa bagian, lalu memblendernya dengan menambahkan 1 liter air. Setelah itu, larutan didiamkan selama 6 jam, larutan kemudian disaring hingga menjadi cairan. Selanjutnya, tambahkan 2 sendok sabun cuci piring, dan larutan dipindahkan ke dalam botol semprotan untuk siap diterapkan pada tanaman.
Inovasi ini diinisiasi oleh kelompok KKN yang beranggotakan Deta Putri Betesdha Andriani Nainggolan, Nurul Indah Lestari, Nur Halimah Sa’diah, Ahmad Novianto, Dimas Anugrah Pratama, Made Arya Bagia, Andes Potipera Sitepu, Stefany Crisnia G., Tina Okta Maria S., Cansya Awalia Putri, Dewi Rufaida Irianti, Keisya Leila R., dan Muhammad Gilang Faruqi, yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Maulana Agung Pratama, S.Sos.,M.A.B.
Inovasi pestisida nabati ini disambut dengan antusias oleh anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Program ini membantu meningkatkan potensi ekonomi petani karena dapat mengurangi biaya pembelian pestisida kimia yang cukup mahal sekaligus meningkatkan kesehatan lingkungan.
Selain memberikan manfaat bagi petani setempat, mahasiswa turut mendapatkan pengalaman pembelajaran mengenai konsep ramah lingkungan, peningkatan keterampilan praktis, serta kesempatan untuk berkolaborasi dengan para petani dan masyarakat.
Program inovasi pestisida nabati ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya pemanfaatan tanaman yang mempunyai nilai ekonomi khususnya di pertanian.
“Mari kita terus berinovasi dengan memanfaatkan bahan alami seperti daun pepaya untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan hasil pertanian. Dengan langkah kecil seperti ini, kita turut menjaga bumi dan mewariskan lingkungan yang lebih baik,” pesan kelompok KKN Desa Dono Arum.
Hms Unila
Komentar