Pembuatan Pupuk Organik Tanpa Fermentasi oleh Mahasiswa KKN Unila

Kabar Kampus23 Dilihat

Bandar Lampung, Metropolis – Pembakaran sampah organik yang berdampak pada peningkatan polusi udara menjadi penyebab terinisiasi Sosialisasi Pemanfaatan Limbah Sampah Rumah Tangga oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) Periode 1 2025 Desa Surabaya, Kec. Padang Ratu, Kab. Lampung Tengah, pada Sabtu, 18 Januari 2025.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN bekerja dengan Tim Dosen Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unila yang menjadi narasumber, serta dengan aparat Desa Surabaya dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) untuk membantu menyukseskan kegiatan.

Kegiatan ini diinisiasi oleh kelompok KKN Desa Surabaya yang terdiri dari Abid Maisen, Ariza Anggun M, Asti Chintia Pratiwi, Chantika, Aurelia Maulana, Luis Yesi Aprilina, Maharani Andini Dwi Putri, dan M. Febri Ardiayan Saputra dengan Dosen Pembimbing Lapangan, Ubaidah S.T., M.T.

Kegiatan ini diawali dengan pengenalan pupuk organik cair dengan metode SL (Soluble Liquid) dilanjutkan dengan demo pembuatan pupuk organik cair dengan bahan dasar utama sari atau Lindi dari sampah organik atau dari limbah rumah tangga seperti sisa sayuran, sisa buah-buahan, urine hewan ternak, dll.

Mahasiswa KKN ingin memperkenalkan inovasi pembuatan pupuk organik cair yang lebih efisien tanpa proses fermentasi kepada masyarakat setempat. Pembuatan pupuk organik cair ini dipandu oleh Tim Dosen yang diketuai oleh Syaiful Bahri S.Si., M.Si.

Asti Chintia Pratiwi sebagai salah satu mahasiswa KKN Desa Surabaya memaparkan bahwa terdapat tindak lanjut setelah terlaksana sosialisasi ini.

“Nantinya terdapat evaluasi dari hasil pengaplikasian Pupuk Organik Cair ke tanaman, khususnya tanaman padi di Kampung Surabaya,” jelasnya pada wawancara online.

Pengaplikasian Pupuk Organik Cair (POC) dilakukan dengan menyemprotkan langsung ke tanaman menggunakan tangki besar dengan komposisi 250ml POC untuk satu tangki air.

Dalam kegiatan ini, terdapat salah satu rumah warga yang dijadikan sample dalam mengaplikasikan POC ke sawah atau tanaman padi yang hasilnya akan dipantau pada hari ke 7 setelah pengaplikasian.

Masyarakat cukup antusias dan mendapat respon baik dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, yang dihadiri oleh masyarakat setempat, khusus masyarakat yang merupakan seorang petani serta ketika kegiatan berlangsung masyarakat turut aktif dalam bertanya dan menanggapi narasumber.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas tanaman pertanian di Desa Surabaya dan mengajak masyarakat untuk memanfaatkan limbah organik sampah rumah tangga.

Hms Unila

Komentar