Sampah Plastik Jadi Energi Harapan, UNP dan Renol Energy Serahkan 1 Ton Solar untuk Bencana Agam

AGAM99 Dilihat

Kab. Agam, Metropolis– Kepedulian terhadap pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam kembali ditunjukkan melalui penyerahan bantuan bahan bakar minyak hasil pengolahan sampah plastik Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Agam.

Bantuan sebanyak 1 ton bahan bakar solar tersebut diserahkan secara simbolis dalam kegiatan bertajuk “Peduli Bencana Agam”, hasil kerja sama Universitas Negeri Padang (UNP) dan Renol Energy.

Kegiatan ini berangkat dari kondisi pascabencana di Agam, di mana sekitar 85 persen timbunan sampah didominasi sampah plastik dan organik.

Melalui teknologi pengolahan, sebanyak 2 ton sampah plastik berhasil dikonversi menjadi 1 ton bahan bakar solar, yang diharapkan dapat dimanfaatkan langsung untuk kepentingan masyarakat terdampak bencana.

Penyerahan bantuan tersebut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Agam yang diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd. Lutfi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Agam Jafrizal, S.P., M.Si, serta jajaran akademisi dan mitra industri.

Penyerahan dihadiri Prof. Eri Barlian selaku Ketua PPKLH UNP, Prof. Indang Dewata mewakili Rektor UNP sekaligus Direktur Pascasarjana, Dr. Ir. Mulya Gusman, MT dari Renol Energy, Dimas Andrianto selaku Direktur Operasional Prawira Group, serta mahasiswa S2 dan S3 Pascasarjana Ilmu Lingkungan UNP, bersama para undangan lainnya.

Direktur Renol Energy Dr. Ir. Mulya Gusman, MT dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas keseriusan Kabupaten Agam dalam penanganan bencana alam. Menurutnya, pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar merupakan solusi nyata atas persoalan lingkungan sekaligus ekonomi.

“Sampah plastik selama ini menjadi beban ekonomi dan beban lingkungan. Melalui kolaborasi ini, kami mengubah beban tersebut menjadi energi berupa bahan bakar solar. Mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk masyarakat Agam,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Agam Dr. Mhd. Lutfi menilai kegiatan tersebut sebagai bukti nyata kepedulian dunia akademik terhadap daerah. Ia menegaskan bahwa bantuan ini bukan yang pertama kali diterima Kabupaten Agam dari UNP.

“Ini adalah bentuk perhatian dan komitmen UNP terhadap Kabupaten Agam. Bahkan, ini sudah yang kedua kalinya UNP mengantarkan bantuan kepada kami,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha, program pengolahan sampah plastik menjadi energi ini diharapkan dapat menjadi model penanganan lingkungan berkelanjutan, khususnya di wilayah rawan bencana, sekaligus memperkuat upaya pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat Kabupaten Agam.

Diwarsyah

Komentar