Agam, Metropolis – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam sejak siang hingga malam hari, Senin (16/2), kembali memicu bencana longsor dan banjir di sejumlah titik. Tingginya intensitas curah hujan menyebabkan terganggunya akses jalan provinsi serta merendam sejumlah kawasan permukiman dan fasilitas umum.
Di Kecamatan Palembayan, tepatnya di Tonggo Gumarang I, Nagari Tigo Koto Silungkang, material pohon dan tanah longsor dilaporkan menutup sebagian badan jalan. Kondisi ini membuat arus lalu lintas terganggu dan berisiko dilalui kendaraan, terutama pada malam hari dengan jarak pandang terbatas.
Selain itu, banjir merendam kawasan Muaro Kandang di Salareh Aia Barat. Peningkatan debit air juga terjadi di Batang Alahan Anggang yang mengalir deras di wilayah Palembayan, memicu kekhawatiran warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai.
Bencana serupa turut terjadi di Kecamatan Tanjung Raya. Longsor signifikan dilaporkan menutup sebagian besar badan jalan provinsi penghubung Lubuk Sao–Maninjau serta kawasan Labuah Data Dalko. Hingga laporan ini diterbitkan, arus lalu lintas di jalur tersebut dilaporkan terhenti total.
Titik longsor di Lubuk Sao bahkan terjadi di lokasi yang sebelumnya telah terdampak bencana serupa, menandakan tingginya tingkat kerawanan wilayah tersebut ketika curah hujan meningkat dalam durasi panjang.
Tak hanya longsor, banjir juga merendam kawasan Koto Kaciak serta lingkungan MTs Muhammadiyah Sungai Batang di Nagari Maninjau. Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat dan proses belajar mengajar.
Merespons kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam (BPBD) bergerak cepat dengan mengerahkan personel ke lokasi terdampak. Untuk wilayah banjir, BPBD mengirimkan perahu karet guna membantu evakuasi dan mobilitas warga. Sementara di titik longsor, alat berat langsung diturunkan untuk mempercepat pembersihan material tanah dan pohon yang menutup badan jalan agar akses transportasi dapat segera dipulihkan.
Pemerintah daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam mengimbau masyarakat dan para pengendara untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalur-jalur rawan longsor dan banjir. Warga juga disarankan menunda perjalanan ke wilayah terdampak hingga proses penanganan dan pembersihan selesai dilakukan.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa Kabupaten Agam masih berada dalam status rawan bencana hidrometeorologi, terutama saat intensitas hujan tinggi berlangsung dalam waktu yang lama. Kolaborasi seluruh pihak serta kewaspadaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalisir risiko dan dampak yang ditimbulkan.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan intensif dan penanganan di lapangan guna memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Diwarsyah








Komentar