oleh

Kilas Tragedi Haringga Hingga Puncai Perdamaian Suporter

(Foto: Mochamad Solehudin/detikcom)

Bandung : Tragedi kematian tragis Haringga Sirla yang dikeroyok oknum Bobotoh atau pendukung Persib membentot perhatian publik. Pemuda gempal suporter Persija tersebut terkapar bersimbah darah di area luar Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) jelang tarung Persib vs Persija. Banyak pihak murka dan mengutuk aksi kekerasan itu.

Oknum Bobotoh terlibat aksi biadab diciduk polisi. Kini tercatat ada delapan orang yang semuanya lelaki ditetapkan menjadi tersangka. Mereka yaitu Goni Abdulrahman (20), Aditya Anggara (19), Dadang Supriatna (19), Budiman (41), Cepi (20), Joko Susilo (32), SM (17) dan DFA (16) segera diadili di ruang persidangan.

Para tersangka dijerat Pasal 170 KUHPidana yang ancaman hukumannya tujuh tahun penjara.

“Target kita minggu depan berkas perkara dikirimkan ke kejaksaan,” ucap Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (27/9) kemarin.

Polisi telah menggelar rekonstruksi untuk memberikan gambaran terkait insiden pengeroyokan Haringga.

“Kita sudah rekonstruksi untuk memberikan gambaran kepada jaksa penuntut umum terkait peran masing-masing tersangka,” kata Yoris.

Suara perdamaian antar suporter sepakbola di Indonesia digelorakan ratusan orang tergabung Bandung Suporter Alliance (BSA).

Mereka menggelar aksi menyalakan lilin dan tabur bunga untuk para suporter korban kekerasan. Aksi damai tersebut berlangsung di Taman Cikapayang, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Kamis (27/9).

“Ini rentetan beberapa kasus dari setiap klub yang bermain di Liga Indonesia. Hari ini harus jadi refleksi untuk kita semua. Kami tidak pernah setuju tindakan kekerasan dalam sepak bola. Rivalitas penting, tapi tidak ada rivalitas seharga nyawa,” kata seorang peserta aksi melalui pengeras suara.

Tragedi Haringga dan Suara Perdamaian SuporterBandung Suporter Alliance (BSA) menggelar aksi menyalakan lilin untuk menyuarakan perdamaian antarsuporter.

Koordinator Aksi Andhika Ramadhan Radiana mengungkapkan aksi damai ini tidak hanya diikuti oleh suporter Kota Bandung. Dia menyebut hadir perwakilan sejumlah kelompok suporter antara lain The Jakmania, Bonek, dan lainnya.

Dia dan kawan-kawannya mengajak semua suporter Indonesia bersatu dan menghentikan permusuhan. “Menurut kami yang salah bukan individu. (Aksi pengeroyokan) Itu memang dosa besar. Tapi kita semua salah, karena secara tidak langsung membudayakan kebudayaan kekerasan ini. Makanya kita ingin setop,” ujar Andhika.

Andhika berharap ke depannya The Jakmania dan Bobotoh duduk bersama dalam satu stadion. Karena melalui cara tersebut dirasa mampu mengikis pertikaian yang selama ini masih terjadi.

Penulis : Yus Sutan Rais / Detik.com

Komentar

Tinggalkan Balasan