Jumlah Korban Sementara Bencana Hidrometeorologi di Sumbar, 90 Meninggal Dunia dan 86 Masih Dinyatakan Hilang

Sumatera Barat84 Dilihat

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) melalui Pusdalops BPBD kembali merilis pembaruan data korban bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah daerah sejak 21 November 2025. Hingga Sabtu (29/11) pukul 14.00 WIB, tercatat 90 orang meninggal dunia dan 86 orang masih dinyatakan hilang.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, menyebut data tersebut dihimpun berdasarkan laporan resmi dari kabupaten/kota terdampak. Penambahan jumlah korban, dilaporkan oleh BPBD Kabupaten Tanah Datar.

“Sebelumnya, laporan korban jiwa dan orang hilang dari Tanah Datar, nihil. Berdasarkan laporan terbarunya, sekarang ada 2 orang korban meninggal dunia dan 1 orang hilang,” ungkap Sekda Arry Yuswandi di Padang, Sabtu (29/11/2025).

Ia menegaskan, data akan terus diperbarui sesuai kondisi terbaru. Dengan bertambahnya korban dari Tanah Datar, maka jumlah total korban bencana hidrometeorologi hingga saat ini berjumlah 90 orang meninggal dunia dan 86 orang masih dinyatakan hilang.

Arry menjelaskan, dari 16 kabupaten/kota terdampak, terdapat 9 daerah yang melaporkan nihil korban jiwa maupun orang hilang. Sementara, 7 daerah lainnya melaporkan adanya korban jiwa atau orang hilang. Jumlah terbanyak, tercatat di Kabupaten Agam.

Rincian sebaran korban per kabupaten/kota sebagai berikut:
• Kabupaten Agam: 74 meninggal, 78 hilang
• Kota Padang Panjang: 7 meninggal, 0 hilang
• Kota Padang: 5 meninggal, 0 hilang
– Kabupaten Tanah Datar: 2 meninggal, 1 hilang
• Kabupaten Pasaman Barat: 1 meninggal, 6 hilang
• Kabupaten Padang Pariaman: 0 meninggal, 1 hilang
• Kota Solok: 1 meninggal, 0 hilang
• Kab/Kota lainnya (9 daerah): nihil korban jiwa dan orang hilang. Seperti Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kabupaten Pasaman, Kota Payakumbuh, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Limapuluh Kota, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

“Hingga saat ini, berdasarkan data yang masuk, jumlah korban terbanyak ada di Kabupaten Agam, dengan 74 korban meninggal dan 78 orang masih dalam pencarian,” jelas Arry.

Sekda menambahkan bahwa perkembangan data korban, kerusakan, hingga kebutuhan penanganan darurat akan terus diperbarui secara berkala melalui Posko Terpadu Penanganan Bencana Provinsi Sumbar. (adpsb)

Komentar