Penantian Usai, 117 Huntara Resmi Dihuni Warga Terdampak Bencana di Agam

AGAM183 Dilihat

Agam, Metropolis.co.id — Penantian panjang warga terdampak bencana di Kabupaten Agam akhirnya terjawab. Pemerintah pusat dan daerah secara resmi meresmikan dan menyerahkan 117 unit Hunian Sementara (Huntara) yang berlokasi di Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Sabtu (24/1).

Peresmian Huntara tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana dan dilaksanakan secara terpusat, serta diikuti secara daring oleh Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Acara peresmian dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Pratikno, Menteri Dalam Negeri Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D., Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah, SP, MM., serta Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, bersama jajaran pejabat terkait lainnya.

Menko PMK Pratikno menegaskan pentingnya segera menempati Huntara agar warga tidak berlama-lama berada di pengungsian.

“Hari ini Huntara mulai ditempati supaya masyarakat bisa kembali hidup lebih normal. Kami mengucapkan terima kasih kepada para korban bencana atas kesabaran selama menunggu hunian sementara ini selesai,” ujarnya.

Senada dengan itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengapresiasi percepatan pembangunan Huntara yang dinilai sangat dibutuhkan masyarakat.

“Huntara ini sangat ditunggu dan menjadi solusi penting untuk mengurangi masa pengungsian warga,” kata Tito.

Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Agam, bencana alam yang terjadi mengakibatkan 2.283 rumah mengalami rusak berat. Hingga saat ini, sebanyak 558 warga telah menempati Huntara yang telah dibangun.

Ke depan, pemerintah merencanakan pembangunan total 612 unit Huntara serta 1.744 unit hunian tetap (Huntap) yang tersebar di tiga kecamatan dan lima lokasi, dengan luas lahan mencapai sekitar dua hektare.

Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, MM, juga mengungkapkan bahwa dampak bencana tidak hanya dirasakan pada sektor permukiman, tetapi turut memukul sektor pertanian.

“Sekitar 1.700 hektare sawah masih tertimbun material, dan hampir 3.000 hektare lainnya terdampak gangguan jaringan irigasi,” jelasnya.

Peresmian Huntara ini menegaskan komitmen kuat pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Agam, sekaligus menjadi langkah awal menuju pembangunan hunian permanen yang lebih layak dan aman.

Diwarsyah

Komentar