Ketua Dekranasda Agam Hadiri INACRAFT 2026

AGAM, Nasional347 Dilihat

Jakarta, Metropolis.co.id – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Agam, Ny. Merry Benni Warlis, menghadiri Opening Ceremony The Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (4/2).

Ajang pameran kerajinan terbesar di Indonesia tersebut dibuka secara resmi melalui prosesi penumbukan lesung oleh Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, bersama Ketua Dekranasda Pusat Selvi Gibran Rakabuming, Ketua Umum BPP Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) Muchsin Ridjan, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

INACRAFT 2026 diikuti oleh seluruh Ketua Dekranasda se-Indonesia, termasuk Dekranasda Kabupaten Agam yang turut berkontribusi dalam pameran tahunan ini.

Sekitar 1.000 stan dari berbagai daerah di Tanah Air meramaikan pameran yang berlangsung selama lima hari, mulai 4 hingga 8 Februari 2026.

Dalam sambutannya, Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa sejak pertama kali diselenggarakan pada 1999, INACRAFT telah menjadi ruang strategis dalam pengembangan subsektor kriya nasional.

“INACRAFT berperan sebagai titik temu antara tradisi dan inovasi, antara kekayaan budaya dan kebutuhan pasar, sekaligus menjadi wadah jejaring yang kuat di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Tahun ini, INACRAFT mengusung tema Exploring and Celebrating Women Trainers in Craft yang merefleksikan peran strategis perempuan dalam pengembangan subsektor kriya Indonesia.

Menurut Teuku Riefky, perempuan tidak hanya berperan sebagai pelaku industri kreatif, tetapi juga sebagai inovator, wirausaha, serta penjaga nilai-nilai budaya.

Kontribusi tersebut dinilai mampu memperkuat ekonomi keluarga, menggerakkan perekonomian daerah, serta menghadirkan produk kriya yang adaptif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Kementerian Ekonomi Kreatif RI mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui pendekatan hexahelix sebagai landasan kolaborasi lintas sektor, mulai dari penguatan sumber daya manusia, peningkatan kualitas desain, inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, perlindungan kekayaan intelektual, hingga perluasan akses pasar.

Diwarsyah

Komentar