Kemenham Sumbar dan Pemko Payakumbuh perkuat kapasitas HAM bagi masyarakat

Payakumbuh253 Dilihat

Payakumbuh — Kementerian Hak Asasi Manusia (Kemenham) Wilayah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemko Payakumbuh menggelar Penguatan Kapasitas HAM bagi Masyarakat bertema “Peran Masyarakat dalam Mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan bagi Perempuan” di Balai Kota Payakumbuh, Kamis (19/02/2026).

“Kesetaraan dan keadilan bagi perempuan bukan sekadar isu gender, tetapi amanah konstitusi dan tanggung jawab moral kita bersama,” kata Asisten I Setdako Payakumbuh Nofriwandi yang mewakili Wali Kota Payakumbuh.

Nofriwandi menyebut perempuan memegang peran strategis dalam pembangunan, mulai dari penguatan keluarga, pendidikan karakter, hingga kontribusi ekonomi dan sosial.

“Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana hak-hak warga dijamin secara adil,” ujarnya.

Ia mengakui masih ada tantangan, seperti akses pendidikan, kesempatan kerja, partisipasi dalam pengambilan keputusan, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Karena itu, kita perlu sinergi pemerintah, organisasi perempuan, Bundo Kanduang, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenham Sumatera Barat Dewi Nofyenti mengatakan pemerintah pusat memperkuat kelembagaan HAM melalui pembentukan kementerian tersendiri.

“Pemisahan menjadi Kementerian Hukum, Kementerian HAM, serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan membuat penanganan isu HAM semakin fokus, terarah, dan efektif,” kata Dewi.

Ia menyebut kehadiran kantor wilayah di daerah menjadi langkah strategis agar pemajuan, pemenuhan, dan perlindungan HAM dirasakan hingga tingkat masyarakat.

“HAM adalah hak dasar yang melekat pada setiap manusia sejak lahir tanpa membedakan suku, agama, ras, jenis kelamin, maupun status sosial,” ujarnya.

Dewi juga mengingatkan pemahaman HAM harus utuh dan seimbang.

“Kita tidak hanya menuntut hak, tetapi juga harus memahami kewajiban dalam kehidupan bersama,” katanya.

Menurut Dewi, perempuan termasuk kelompok rentan yang masih kerap menghadapi diskriminasi, sehingga perlindungan serta kesempatan yang setara perlu terus diperkuat.

“Perempuan masih sering menghadapi ketidakadilan. Karena itu, perlindungan dan kesempatan setara harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Ketua TP-PKK Kota Payakumbuh Eni Zulmaeta menyatakan PKK siap mendukung penguatan kapasitas HAM karena organisasi tersebut bersentuhan langsung dengan keluarga.

“PKK siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengedukasi masyarakat, khususnya kaum ibu, agar semakin memahami hak dan kewajibannya,” kata Eni.

Ia menilai pemberdayaan perempuan harus dimulai dari keluarga agar nilai kesetaraan tumbuh sejak dini.

“Dari keluarga lahir generasi yang berkarakter, berdaya, dan saling menghormati,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua GOW Kota Payakumbuh Yeni Elzadaswarman, Kepala DP3AP2KB Desmon Korina, jajaran perangkat daerah, tokoh masyarakat, serta organisasi perempuan di Payakumbuh. (MC/Zl)

Komentar