Kolaborasi Hai Sawit dan Universitas Brawijaya Bersama Dukungan BPDP

Financial, Nasional1269 Dilihat

Malang, Metropolis— Hai Sawit Indonesia bersama Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya sukses menyelenggarakan kegiatan Sawit Academy EPS. UB di Aula Lantai 2 Gedung A FTP, Universitas Brawijaya.

Mengangkat tema “Sawit di Dalam Kehidupan: Mengajak Generasi Muda Memahami Peran Sawit dalam Keseharian”, kegiatan ini menjadi ruang edukasi, dialog, dan penguatan literasi sawit berbasis akademik.

Kegiatan ini didukung oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) (sebelumnya BPDPKS) adalah Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan RI yang bertugas menghimpun, mengelola, dan menyalurkan dana untuk mendukung keberlanjutan, produktivitas, dan daya saing komoditas perkebunan strategis seperti sawit, kakao, dan kelapa.

BPDP berfokus pada pengembangan sektor hulu dan hilir melalui pendanaan peremajaan sawit, penelitian, dan SDM.

Acara ini turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UB (Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D), Wakil Dekan I (Ibh Endrika Widyastuti, SPt., M.Sc., MP., Ph.D), Wakil Dekan II (Dr. Dodyk Pranowo, STP., M.Si), serta Wakil Dekan III (Dr. Ir. Mochamad Bagus Hermanto, S.TP., M.Sc).

Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan mahasiswa, antara lain Guru Besar Fakultas Lingkungan dan Kehutanan IPB University (Prof. Dr. Ir. Yanto Santosa, DEA), Dosen Departemen Ilmu Pangan dan Bioteknologi (Prof. Dr. Teti Estiasih, STP., MP).

Dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya (Prof. Dr. Ir. Susinggih Wijana, MS), serta perwakilan mahasiswa yang juga menjabat sebagai Menteri Kajian dan Aksi Strategis BEM FTP UB 2024 (Fadhel Abdhillah).

Dalam sambutannya, Direktur PT Hai Sawit Indonesia, M. Danang Mursyid Rijalul Qowi, menyampaikan bahwa Sawit Academy merupakan bagian dari gerakan literasi yang konsisten dibangun Hai Sawit Indonesia di berbagai perguruan tinggi.

Menurutnya, mahasiswa perlu mendapatkan ruang diskusi yang objektif dan berbasis data agar mampu memahami industri sawit secara utuh — tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dari aspek keberlanjutan, inovasi, dan kontribusinya dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan kampus menjadi langkah strategis dalam menyiapkan generasi muda yang kritis, solutif, dan siap terlibat dalam pembangunan sektor perkebunan nasional.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App.Life.Sc., Ph.D yang dalam kesempatan ini diwakilkan oleh Wakil Dekan III, Dr. Ir. Mochamad Bagus Hermanto, S.TP., M.Sc., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin.

Menurutnya, sinergi antara kampus dan industri menjadi langkah penting dalam menghadirkan ruang akademik yang terbuka dan berimbang, sekaligus mendorong mahasiswa untuk berkontribusi melalui riset, inovasi, dan kajian ilmiah.

Diskusi yang berlangsung interaktif menunjukkan antusiasme mahasiswa dalam menggali isu keberlanjutan, tantangan global, hingga kontribusi sawit dalam sektor pangan, energi, dan kesehatan. Kegiatan ini juga menjadi momentum penandatanganan kerja sama sebagai komitmen penguatan kolaborasi edukasi ke depan.

Sebagai penutup, Sawit Academy EPS. UB menegaskan bahwa literasi sawit harus dibangun melalui pendekatan akademik, dialog terbuka, dan kolaborasi multipihak.

Melalui sinergi antara Hai Sawit Indonesia, Universitas Brawijaya, dan dukungan BPDP, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memahami sawit sebagai komoditas strategis nasional.

Tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari yang perlu dikelola secara berkelanjutan, inovatif, dan bertanggung jawab.

Red

Komentar