Gubernur: Percepatan Rehabilitasi Infrastruktur Jadi Kunci Kebangkitan Ekonomi Kabupaten Solok

Sumatera Barat268 Dilihat

SOLOK — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur terdampak bencana hidrometeorologi menjadi langkah prioritas untuk memulihkan dan mendorong kembali perekonomian masyarakat, khususnya di Kabupaten Solok.

Hal itu disampaikannya saat memimpin Rapat Koordinasi Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Solok di ruang rapat Perpustakaan Kabupaten Solok, Minggu (22/2/2026).

Menurut Mahyeldi, Kabupaten Solok termasuk salah satu daerah dengan dampak kerusakan cukup besar akibat bencana, dengan estimasi kerugian mencapai sekitar Rp1,9 triliun. Sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan berat dan beberapa jembatan terputus, sehingga menghambat mobilitas masyarakat serta distribusi hasil pertanian dan sektor wisata.

“Hal ini perlu kita benahi terlebih dahulu. Penanganan infrastruktur terdampak bencana harus dipercepat agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa kembali berjalan,” ujar Mahyeldi.

Ia menekankan, pemulihan infrastruktur juga menjadi fondasi penting untuk memperkuat sektor unggulan daerah, terutama pertanian dan pariwisata.

Mahyeldi menyebut, langkah strategis tersebut sejalan dengan visi besar Sumatera Barat dalam menjadikan pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah, termasuk pengembangan pariwisata halal dan geopark. Dengan potensi alam yang dimiliki, Kabupaten Solok dinilai sangat layak dikembangkan sebagai destinasi wisata berkelas dunia.

“Kita memiliki alam yang indah, kawasan Alahan Panjang dan danau-danau yang luar biasa. Dengan pembenahan infrastruktur dan fasilitas pendukung, insyaallah Kabupaten Solok bisa menjadi kawasan wisata nasional bahkan internasional,” katanya.

Selain dikenal dengan potensi lima danau serta panorama alam pegunungan, Kabupaten Solok juga memiliki kekuatan besar di sektor pertanian, khususnya komoditas beras yang telah dikenal secara nasional. Menurut Mahyeldi, integrasi antara pertanian dan pariwisata harus dikelola secara optimal agar benar-benar memberi dampak ekonomi bagi masyarakat.

Sementara itu Bupati Solok, Jon Firman Pandu menyambut baik sinergi yang dibangun bersama Pemerintah Provinsi Sumbar. Ia menyebut bencana yang terjadi berdampak signifikan terhadap sektor perumahan, infrastruktur, sosial, hingga perekonomian masyarakat.

“Khususnya infrastruktur jalan menuju kawasan wisata Gunung Talang dan Danau Diatas–Alahan Panjang menjadi fokus utama pengembangan,” ujarnya.

Menurutnya, kawasan tersebut memiliki daya tarik luar biasa dan kerap dijuluki “Eropa-nya Sumatera” karena keindahan alam serta udaranya yang sejuk. Karena itu, perbaikan aksesibilitas menjadi kebutuhan mendesak agar potensi wisata dapat berkembang optimal.

Wakil Bupati Solok, H. Candra menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok siap mendukung percepatan pembangunan infrastruktur strategis, termasuk penyelesaian fly-over Sitinjau Lauik yang dinilai vital untuk meningkatkan konektivitas dan kunjungan wisatawan.

Di sisi lain, ia menegaskan sektor pertanian tetap menjadi fondasi utama pembangunan daerah, mengingat sekitar 56,2 persen masyarakat Kabupaten Solok berprofesi sebagai petani.

“Kita tidak bisa meninggalkan pertanian. Justru sektor ini menjadi kekuatan utama Kabupaten Solok. Integrasi antara pertanian dan pariwisata akan menjadi konsep pembangunan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten, serta penguatan sektor pertanian, pariwisata, dan infrastruktur, diharapkan pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat dan mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat Kabupaten Solok secara berkelanjutan. (Adpsb)

Komentar