Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai mematangkan arah pembangunan daerah tahun 2027 dengan menitikberatkan pada pengembangan pariwisata berbasis potensi desa sebagai penggerak ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang digelar di Aula Rimau Kantor Bappeda Lampung Selatan, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Percepatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Potensi Desa untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat” itu dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, didampingi Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, serta Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela.
Turut hadir jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto beserta kepala perangkat daerah, instansi vertikal, hingga berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Radityo Egi Pratama memaparkan capaian pembangunan Kabupaten Lampung Selatan sepanjang tahun 2025 yang menunjukkan tren positif.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan tercatat mencapai 5,71 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang berada di angka 5,28 persen serta nasional 5,11 persen.
“PDRB kita juga meningkat dari Rp60,32 triliun menjadi Rp65,66 triliun. Angka kemiskinan dan stunting berhasil kita tekan secara signifikan. Ini menjadi fondasi penting untuk melangkah menuju pembangunan tahun 2027,” ujar Egi.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus memperkuat pembangunan infrastruktur dan ekonomi kerakyatan. Salah satunya melalui pembangunan jalan sepanjang 270,9 kilometer, serta penguatan ekonomi desa melalui 260 Koperasi Desa Merah Putih yang mulai aktif menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Ke depan, kata Egi, arah pembangunan Lampung Selatan akan difokuskan pada pariwisata berkelanjutan dengan mengedepankan keseimbangan antara lingkungan, sosial-budaya, dan ekonomi.
Salah satu program unggulan yang disiapkan adalah pengembangan Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, Unggul) sebagai model desa wisata yang ramah lingkungan dan berdaya saing.
“Lampung Selatan adalah Beranda Sumatera. Kita memiliki potensi gunung dan pantai yang luar biasa. Melalui Desa HELAU, kita ingin pariwisata menjadi penggerak ekonomi masyarakat tanpa merusak identitas budaya maupun kelestarian alam,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bappeda Lampung Selatan Aryan Saruhian menjelaskan, Musrenbang RKPD 2027 merupakan puncak dari rangkaian proses perencanaan pembangunan yang telah berjalan sejak tingkat desa hingga kecamatan.
Dari proses tersebut, berhasil dihimpun 1.169 usulan masyarakat dari 17 kecamatan, serta 412 pokok pikiran DPRD yang telah melalui proses verifikasi secara teknokratis.
“Seluruh usulan ini menjadi dasar dalam merumuskan prioritas pembangunan daerah tahun 2027,” kata Aryan Saruhian.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela mengingatkan pentingnya integritas dalam setiap proses perencanaan pembangunan daerah.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat harus berjalan seiring dengan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
“Kolaborasi tanpa integritas tidak akan menghasilkan kinerja dan kepercayaan publik yang tinggi. Setiap tahapan perencanaan harus menjunjung prinsip good governance: transparan, akuntabel, dan taat aturan,” tegas Jihan.
Diskominfo











Komentar