BPJS-TK Gencarkan Sosialisasi, Puluhan Pekerja Informal di Purwa Jaya Didorong Jadi Peserta BPU

Saburai908 Dilihat

Tulang Bawang, Metropolis – BPJS Ketenagakerjaan terus mengintensifkan upaya perluasan kepesertaan jaminan sosial bagi pekerja sektor informal. Salah satunya melalui kegiatan sosialisasi program Bukan Penerima Upah (BPU) yang digelar bersama masyarakat Kampung Purwa Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kamis (2/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut masyarakat sebelumnya juga mendapatkan sosialisasi bantuan hukum dan pemberdayaan masyarakat oleh Posbakumadin Tulangbawang.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Kampung Purwa Jaya ini dihadiri langsung oleh Camat Banjar Margo Handriansyah, serta Kepala Kampung Purwa Jaya Juwanda. Sekitar 60 warga yang mayoritas merupakan pekerja sektor informal turut mengikuti sosialisasi tersebut dengan antusias.

Dalam kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial, khususnya bagi pekerja mandiri dan sektor informal yang selama ini rentan terhadap risiko kerja.

Camat Banjar Margo Handriansyah menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ia menyebut, program ini memberikan perlindungan nyata bagi pekerja ketika menghadapi risiko seperti kecelakaan kerja maupun risiko lainnya.

“Kami mendorong masyarakat, khususnya pekerja informal, untuk segera mendaftarkan diri agar mendapatkan perlindungan. Ini penting untuk menjamin keberlangsungan ekonomi keluarga,” ujarnya.

Kepala Kampung Purwa Jaya Juwanda mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan yang aktif turun langsung ke masyarakat. Menurutnya, sosialisasi ini membantu warga memahami manfaat program secara lebih jelas.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Tulangbawang, Gustanto Achmad, menegaskan pihaknya terus mendorong peningkatan kepesertaan program BPU sebagai bentuk perlindungan bagi pekerja informal.

“Kami ingin memastikan seluruh pekerja, termasuk sektor informal, mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan iuran yang terjangkau, manfaat yang diperoleh sangat besar, terutama dalam menghadapi risiko kerja,” kata Gustanto.

Ia menambahkan, sosialisasi langsung ke masyarakat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya jaminan sosial.

BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperluas cakupan perlindungan tenaga kerja. Melalui pendekatan langsung, diharapkan semakin banyak pekerja mandiri yang mendaftar sebagai peserta.

Selain itu, peserta juga mendapatkan penjelasan terkait manfaat program, prosedur pendaftaran, serta besaran iuran yang relatif terjangkau.

Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap semakin banyak pekerja sektor informal yang terlindungi, sehingga dapat bekerja dengan lebih aman dan produktif tanpa khawatir terhadap risiko yang mungkin terjadi di masa mendatang.

Rls

Komentar