oleh

Herman Deru Laporkan Soal Konflik Harimau Pada Menhut

Gubernur Sumsel Herman Deru, (Foto : Dok Humas Sumsel)

Lampung (Metropolis.co.id) : Soal korban meninggal dunia akibat di mangsa harimau lapar di perkebunan Padamaran, hutan seribu Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat, Suamatera Selatan, Gubernur Sumsel, Herman Deru gerak cepat melapor pada Menteri Kehutanan.

“Saya telah menerima informasi setidaknya ada tujuh harimau yang tengah berkeliaran dan membuat masyarakat resah. Namun, ketika berdiskusi dengan Bu Menteri, harimau tidak pernah keluar dari habitatnya hanya saja ada kemungkinan beberapa orang atau oknum yang berkebun di habitatnya,” ujarnya seperti dikutip dari Media indonesia, jumat (14/12/2019).

Deru mengaku akan secepatnya turun untuk memantau kondisi Kota Pagaralam, Muara Enim dan Lahat, serta berupaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat daerah itu sendiri ataupun warga luar.

“Kita akan upayakan bagaimana mengembalikan kepercayaan masyarakat melalui kegiatan. Tentunya, saat ini masih menanti hasil laporan dari pihak Kepolisan juga, karena ada pula petilasan jejak harimau yang dibuat oleh manusia,” tandasnya.

Baca Juga : Petani Kopi di Kota Agung Tewas di Mangsa Harimau Lapar

Sementara itu, Kasi Konservasi BKSDA Lahat, Martialis mengungkapkan, saat ini pihaknya telah berada di lapangan utuk melakukan pengecekan di TKP. Menurutnya, hasil dari komunikasi KPH Semendo, lokasi kejadian tersebut diduga di dalam hutan lindung.

Terkait upaya, yang akan dilakukan untuk mencegah korban keganasan harimau, pihaknya akan melakukan evakuasi terhadap warga yang berada di lahan perkebunan yang masuk dalam kawasan hutan lindung.

“Untuk upaya kongkretnya, evakuasi masyarakat yang beraktivitas di dalam hutan lindung yang menjadi koridor harimau. Bukan harimau yang keluar dari rumahnya (habitat), akan tetapi manusia yang masuk ke habitatnya, jadi manusia yang harus dievakuasi,” kata dia.

Media Indonesia

Komentar

Tinggalkan Balasan