Begini Kata Polri Pasca Tawaran Duta Polisi Ditolak oleh Band Sukatani

Nasional3637 Dilihat

Jakarta, Metropolis – Tim Band Sukatani angkat bicara mengenai permasalahan dugaan intimidasi dari polisi sampai diajak jadi Duta Polri oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, melalui akun Instagram resminya.

“Hallo kawan-kawan, ingin mengabarkan kalau kami dalam kondisi baik tetapi masih dalam proses recovery pasca peristiwa bertubi yang sepanjang ini kami hadapi semenjak Juli 2024 kemudian Tekanan serta intimidasi dari Kepolisian terus kami miliki sampai kesimpulannya video klarifikasi atas lagu yang bertajuk “Bayar Bayar Bayar” kami unggah lewat media sosial,” tulis unggahan Band Sukatani, Senin (3/3).

Peristiwa tersebut diucap sudah membuat Band Sukatani hadapi bermacam kerugian, baik secara materiil ataupun nonmateriil. Tetapi terdapatnya sokongan serta solidaritas dari bermacam pihak membuat mereka merasa lebih kokoh serta tidak menyerah.

“Setelah video klarifikasi kami unggah, banyak sekali tawaran-tawaran kepada Twister Angel akibat respons dari terdapatnya pemecatan. Apalagi spesialnya kepada Sukatani, tawaran jadi Duta Polisi dari Kapolri, dengan itu kami menolak dengan tegas tawaran jadi Duta Kepolisan tersebut,” sambung isi unggahan.

Bagi Berdasarkan Band Sukatani, dikala ini terdapat banyak narasi yang simpang siur terpaut dengan pemecatan sepihak yang dicoba oleh pihak Yayasan kepada vokalis tim musik tersebut.

“Kami meluruskan kalau Twister Angel benar-benar diberhentikan (Pemutusan Ikatan Kerja) secara sepihak oleh Yayasan tempatnya mengajar dengan alibi Twister Angel tercantum salah satu personel Sukatani Band Punk,” lanjut tulisan di unggahan Instagram.

Tetapi begitu, pemecatan itu diucap dicoba tanpa membagikan ruang serta peluang untuk si vokalis buat dimintai penjelasan Apalagi dalam pesan pemecatan yang diterima tidak menarangkan apakah keikutsertaan selaku personel Band Sukatani selaku pelanggaran berat.

Setelah itu terpaut pentas di Slawi, Tegal, perihal itu murni wujud tanggung jawab Band Sukatani dalam rangka penuhi janji senantiasa melaksanakan pertunjukan cocok kontrak yang disepakati jauh hari, saat sebelum permasalahan pembredelan lagu “Bayar Bayar Bayar”.

“Kami mengerti kalau apa yang baru saja kami natural serta sokongan luas dari kawan-kawan seluruh membuat seluruh pihak yang berbuat salah pada kami tiba-tiba ingin nampak baik. Bila terdapat yang berkepentingan dalam kegiatan di Tegal kemarin, itu telah di luar kuasa kami, serta pada dikala itu pula kami tidak memohon pengawalan spesial dari pihak kepolisian,” beber Band Sukatani.

Sedangkan buat pentas di Sleman, merupakan gigs yang digerakkan oleh teman-teman Band Sukatani di Yogyakarta serta sekitarnya, selaku ajang buat bersilaturahmi, bersama membagikan sokongan serta berbagi tenaga Mereka juga berterima kasih buat seluruh yang telah muncul serta memantapkan memperkuat

“Terima kasih buat sokongan kawan-kawan dimanapun kamu terletak Sehingga membuat kami percaya kami tidak sendirian. Kami mengabarkan kalau dikala ini kami menaikkan satu kekuatan baru kami hendak berjalan bersama dengan LBH Semarang-YLBHI. Hingga jumpa di pentas-pentas berikutnya,” tutup Band Sukatani.

Apa respons Polri?

Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu menghargai penolakan yang dilakukan band Sukatani tersebut.

“Kembali lagi, apa yang sudah disampaikan tadi pertanyaan teman-teman adalah merupakan hak untuk berekspresi dan kita hargai ya,” kata Trunoyudo di Mabes Polri, Senin (3/3).

Propam Polri saat ini tengah memeriksa anggota Polda Jateng yang diduga melakukan intimidasi ke Band Sukatani karena lirik lagunya berisikan ‘Bayar Polisi’. Sehingga Band Sukatani itu pun buka suara dan meminta maaf kepada publik.

Trunoyudo menambahkan, Polri menerima semua kritik dan saran dari masyarakat guna membenahi korps Bhayangkara dari berbagai aspek.

“Namun demikian tentunya kami akan tetap konsentrasi, khususnya Polri ya akan melakukan pembenahan-pembenahan apabila didapati dalam hal segala aspek,” ucap Trunoyudo.

Red/Net

Komentar