Huntara Rampung Tepat Waktu, Wujud Nyata BNPB Ada Untuk Masyarakat Agam

AGAM, Nasional546 Dilihat

Agam, Palembayan, (Metropolis.co.id) — Harapan baru bagi masyarakat terdampak bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Agam kian nyata.

Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) Kayu Pasak yang berlokasi di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, resmi rampung tepat waktu pada Minggu, 18 Januari 2026, setelah melalui proses pembangunan selama 31 hari.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan dukungan penuh terhadap Pemerintah Kabupaten Agam dalam percepatan pembangunan Huntara sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemda Agam, TNI, relawan, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan proyek tersebut.

Ketua harian Unsur Pengarah BNPB, Brigjen Pol (Purn) Ir. Ary Laksmana Widjaja, S.H.l, M.Si dalam keterangannya menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh pihak yang terlibat.

Khususnya Pemerintah Kabupaten Agam dan masyarakat setempat yang menunjukkan semangat gotong royong luar biasa.

Ia menilai penyelesaian Huntara Kayu Pasak tepat waktu merupakan wujud nyata dari kolaborasi lintas sektor yang efektif dalam penanganan pascabencana.

“Pembangunan Huntara ini bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga kualitas dan kebermanfaatannya bagi masyarakat. BNPB berharap hunian sementara ini dapat memberikan rasa aman, nyaman, dan menjadi tempat pemulihan bagi warga sebelum memasuki tahap hunian tetap,” ujar Ary Laksmana.

Ia juga menegaskan bahwa BNPB akan terus melakukan pendampingan dan koordinasi dengan pemerintah daerah guna memastikan seluruh fasilitas pendukung Huntara dapat berfungsi optimal, termasuk akses air bersih, sanitasi, dan lingkungan yang sehat bagi para penghuninya.

Bupati Agam Ir. H. Benni Warlis, M.M., Dt. Tan Batuah menyampaikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Nagari Salareh Aia yang terlibat langsung dalam proses pembangunan, mulai dari pembersihan lahan hingga penataan lingkungan sekitar Huntara.

Antusiasme warga terlihat jelas sejak mereka menyaksikan langsung unit hunian yang akan segera ditempati.

“Di tengah tantangan berat, khususnya pematangan lahan dan tingginya curah hujan, Alhamdulillah pembangunan Huntara Kayu Pasak dapat diselesaikan tepat waktu. Ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong mampu mengatasi segala hambatan,” ujar Bupati Agam.

Sebanyak 117 unit Huntara Kayu Pasak kini telah berdiri sebagai hunian layak bagi warga terdampak bencana hidrometeorologi.

Saat ini, pembangunan telah memasuki tahap akhir berupa penyempurnaan fasilitas pendukung, seperti penyediaan air bersih, perapihan akses jalan, saluran drainase, kebersihan lingkungan, serta fasilitas sosial masyarakat.

Seluruh tahapan tersebut akan diselesaikan secara bertahap sesuai skala prioritas.

Secara informal, Huntara ini telah diserahkan kepada masyarakat yang berhak.

Penyerahan resmi direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat, diawali dengan penyerahan dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Kabupaten Agam, kemudian dilanjutkan kepada masing-masing kepala keluarga penerima manfaat.

Berdasarkan data pengajuan Huntara di Kabupaten Agam hingga 17 Januari 2026, tercatat 437 unit Huntara diajukan, dengan 256 unit dibangun di Kecamatan Palembayan sebagai lokasi terbanyak.

Rinciannya meliputi: Kayu Pasak: 117 unit, Padang Gantiang: 88 unit, Jajaran Tantaman: 51 unit

Keberhasilan pembangunan Huntara Kayu Pasak tidak hanya menghadirkan tempat tinggal sementara, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan dan ketangguhan masyarakat Agam dalam menghadapi bencana.

Dengan dukungan berkelanjutan dari BNPB, Pemerintah Daerah, dan seluruh unsur terkait, proses pemulihan pascabencana di Kabupaten Agam diharapkan terus berjalan optimal dan menyeluruh.

Diwarsyah

Komentar