Tingkatkan Kualitas Perencanaan, Biro AUPKK UIN RIL Sosialisasikan Mekanisme Revisi Anggaran

Kabar Kampus228 Dilihat

Bandar Lampung (Humas UIN RIL) — Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) melalui unit Perencanaan dan Keuangan menggelar Sosialisasi Mekanisme Revisi Tahun Anggaran 2026 di Ruang Teater Lantai 2 Gedung Academic & Research Center, Rabu (11/03/2026). Kegiatan ini dilaksanakan setelah penerapan implementasi aplikasi Akurin pada triwulan I tahun 2026 dan akan dirutinkan sebelum memasuki triwulan berikutnya.

Sosialisasi ini menekankan pentingnya sinkronisasi antara aplikasi SIPERA dan Akurin, khususnya terkait Rencana Penarikan Dana (RPD) sebagai bagian dari penyusunan program dan anggaran tahun 2026.

Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan, Keuangan dan Kepegawaian (AUPKK) UIN Raden Intan Lampung, Dr. H. Juanda Naim, M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa evaluasi pelaksanaan anggaran tahun sebelumnya menunjukkan frekuensi revisi yang cukup tinggi.

Ia menyebutkan, pada tahun anggaran 2025 tercatat 19 kali revisi dari satuan kerja, baik dari rektorat maupun fakultas dan unit. Hal tersebut menjadi catatan penting dalam evaluasi perencanaan dan pelaksanaan kegiatan.

“Kalau kita merencanakan sesuatu kemudian sering diubah, tentu menjadi pertanyaan apakah perencanaan kita yang perlu diperbaiki atau memang karena kondisi tertentu,” ujarnya.

Menurutnya, semakin sedikit revisi yang dilakukan menunjukkan perencanaan yang semakin matang. Sebaliknya, tingginya frekuensi revisi tidak hanya meningkatkan beban administrasi dalam pengelolaan anggaran, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas pelaksanaan program.Ia menjelaskan, perubahan perencanaan yang berulang akan memerlukan proses verifikasi dan persetujuan berlapis serta penyesuaian dalam sistem penganggaran. Kondisi tersebut dapat memperlambat realisasi kegiatan serta memengaruhi kecepatan pelaksanaan program.

Juanda menambahkan, banyaknya revisi juga mencerminkan perlunya peningkatan kualitas perencanaan sejak tahap awal penyusunan dokumen anggaran. Selain itu, keterbatasan sumber daya perencana di unit kerja juga menjadi perhatian.

“Hasil evaluasi revisi anggaran tahun 2025 ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh unit untuk memperkuat kualitas perencanaan kegiatan dan meningkatkan ketepatan penyusunan rencana, termasuk rencana penarikan dana,” jelasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan frekuensi revisi pada tahun anggaran 2026 dapat ditekan sehingga pelaksanaan anggaran menjadi lebih stabil, efektif, dan mendukung pencapaian kinerja organisasi.

Koordinator Perencanaan UIN RIL, Dr. Mairizal, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa kebijakan perencanaan anggaran sering dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari direktif presiden terkait penghematan, perubahan kebijakan kementerian, hingga kebijakan internal universitas.

Ia juga mengingatkan agar unit kerja menyusun rencana kegiatan dengan waktu yang realistis.

Dalam kesempatan tersebut, Mairizal bersama tim juga memaparkan Standar Operasional Prosedur (SOP) revisi anggaran yang harus dipahami oleh seluruh pengelola anggaran di unit kerja.

Sementara itu, Koordinator Keuangan Ahmad Faisol Anshori menyampaikan, penggunaan anggaran harus dilakukan secara lebih selektif dan prioritas.

Ia menambahkan, ketidaktepatan RPD juga berdampak pada nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) satuan kerja UIN Raden Intan Lampung.

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama (AAKK), ketua lembaga, Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP), serta para operator SIPERA dan Akurin di lingkungan UIN Raden Intan Lampung. (An/NF)tas Adab Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), Dr. Abd Rahman Hamid, kembali menerbitkan buku. Karya terbarunya berjudul Historia Magistra Vitae: Merawat Bangsa Mengajarkan Sejarah, resmi diluncurkan secara daring, Senin (11/3/2026).

Peluncuran buku ini digelar oleh Program Studi S1 Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara bekerja sama dengan Penerbit Pustaka Larasan, Bali.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Prodi S1 Ilmu Sejarah, Dra. Lila Pelita Hati, M.Si. Tiga akademisi hadir sebagai pembahas, yakni Prof. Dr. Budi Agustono, M.S. dari Universitas Sumatera Utara, Dr. Teuku Kemal Fasya dari Universitas Malikussaleh Aceh, serta Indah Wahyu Puji Utami, Ph.D. dari Universitas Negeri Malang. Diskusi dipandu oleh dosen sejarah USU, Lestari Dara Cinta Utami Ginting, S.S., M.A.

Buku ini merupakan karya terbaru Hamid setelah sebelumnya sukses menerbitkan Makassar Mendunia pada tahun lalu melalui penerbit yang sama.

Buku tersebut sempat didiskusikan di sejumlah kampus besar di Indonesia, antara lain Universitas Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar, dan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.

Lulusan Program Doktor Ilmu Sejarah Universitas Indonesia ini kembali menyuguhkan buah pikirannya secara apik dalam buku ini yang menghadirkan berbagai pengalaman hidup berbangsa dan bernegara secara kritis. Buku ini menjadi satu kontribusi penting Hamid dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam buku tersebut dibahas sejumlah tema, mulai dari perjuangan kaum muda, dinamika Pancasila, makna kemerdekaan, kepahlawanan, wacana kemaritiman, dinamika kebudayaan, hingga mozaik sejarah Indonesia.

Menurut Hamid, mempelajari sejarah tidak semata-mata berbicara tentang masa lalu, tetapi juga memiliki makna bagi kehidupan masa kini dan masa depan. Sejarah menyimpan pengalaman yang dapat menjadi sumber inspirasi dalam mengarungi kehidupan, sebagaimana ungkapan “Historia magistra vitae” (Sejarah adalah Guru Kehidupan) dari Marcus Tullius Cicero (106-43 SM).

Melalui buku ini, pembaca diajak menyelami secara reflektif dan kritis berbagai pengalaman hidup bangsa dengan harapan menumbuhkan kesadaran, menyalakan inspirais, dan menyuburkan semangat kebangsaan.

“Tidak ada kejadian tanpa sebab di masa lalu. Karena itu sejarah menjadi sumber inspirasi bagi kehidupan kita ke depan,” kata Hamid. Inisiator peluncuran buku ini datang dari Guru Besar Sejarah Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Budi Agustono, MS., yang disambut baik oleh penulis buku dan Nakhoda Pustaka Larasan, Bung Slamat Trisila.

Kegiatan berlangsung lancar dan diikuti dosen, mahasiswa, serta pegiat sejarah dari berbagai universitas dan daerah di Indonesia.

Red

Komentar