Atletik Sukses di Jatim Open 2026, Gunawan Raka: Sinergi Yang Sangat Baik

Sport News171 Dilihat

Jawa Timur, Metropolis – Kejuaraan Atletik Jawa Timur Open 2026 di Lapangan Atletik Oentoeng Poedjadi, Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Surabaya, 1-3 Mei 2026, menjadi satu kesempatan untuk membuktikan hasil latihan yang selama ini dilakukan anak-anak Lampung di beberapa nomor lomba diantaranya Lontar Martil, Lempar Cakram dan Jalan Cepat serta Lari Gawang.

Dari 4 atlet yang turun di kejuaraan berlevel nasional itu, pada hari pertama Malik Ibrahim yang turun di nomor Lempar Cakram putra meraih medali Perak.

Hari kedua, Lampung menambah koleksi medali di nomor Lontar Martil. Dua atlet Intan Group Athletic Lampung, Dedi Yusuf masih membuktikan kualitasnya sebagai juara PON 2024, dengan lontaran sejauh 51,86 meter untuk merebut medali Emas.

Sementara Malik Ibrahim mendampinginya di tempat kedua dengan catatan lontaran sejauh 50,37 untuk merengkuh Perak, medali Perunggu direbut M Yudan dari PASI Kota Kediri dengan lontaran 41,72 meter.

Dua atlet lain yang turun di KU-18, pada hari ketiga (3 Mei), Muhammad Hafiz yang turun di nomor 5.000 meter Jalan Cepat U-18 namun belum berhasil memperoleh tempat terdepan.
Namun Landrycus Bryan Vrilliyano yang turun di Lari Gawang 110 meter putra menunjukkan perlawan yang luar biasa gigih di lintasan bersama 8 pesaing lainnya.

Meskipun Bryan harus puas dengan medali perak setelah terpaut 40 sekon, dari pelari gawang asal SARS Jatim, Fandofa Aditya Javas yang mencatatkan waktu 14.46 detik yang meraih Emas, sementara Bryan 14.86 detik. Dan medali perunggu di nomor ini 14.99 diraih pelari gawang Ainul Yaqi Ahmad Aris dari PASI Mojokerto.

Dengan hasil ini Lampung mengoleksi 1 medali Emas, dan 3 Perak. Ini merupakan capaian yang sangat bagus dalam peta pembinaan atletik Lampung yang semakin menunjukkan prestasi terbaiknya.

Pelatih atletik Lampung Okriyandi yang menangani dua atlet senior Malik dan Dedi mengatakan bahwa ini sebagai pemanasan dan uji kemampuan dua atlet Lampung ini setelah libur bulan Ramadhan dan lebaran Idul Fitri.

“Ya Alhamdulillah, hasilnya sudah bagus. Namun ini akan tetap kami evaluasi secara mendalam agar kelak di PON 2028 yang sesungguhnya sudah benar-benar pencapaiannya lebih tajam dan bisa kembali memecahkan rekor nasional. Ini bukan sebuah mimpi, namun kami terus berusaha untuk mencapainya sekuat tenaga,” kata Okri usai perlombaan.

Sementara Andre Hariwibowo pelatih U-18, mengatakan bahwa dua atlet yang dibawa ke Jatim Open 2026 ini memang memiliki potensi yang besar dan diharapkan bisa menjadi yang terbaik untuk PON 2032 saat Lampung menjadi tuan rumah.

“Usia mereka masih 17 tahun. Dan ini pertama kalinya mereka turun dipersaingan nasional seperti ini. Alhamdulillah, Bryan mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya. Meskipun belum mampu menjadi nomor satu. Ini penting untuk pengalamannya. Sementara Hafiz masih harus banyak ditempa lebih keras nanti sepulang ke Lampung. Potensinya besar. Mohon doanya,” kata Andre.

Saling Mendukung

Keikutsertaan tim ini didukung penuh oleh Intan group melalui pimpinannya, Jeremy Gozal, yang melihat ajang ini sebagai investasi prestasi jangka panjang bagi Lampung.Jeremy mengatakan bahwa pencapaian ini membanggakan.

“Saya ucapkan terima kasih kepada para atlet dan pelatih sudah bekerja keras dan membawa nama klub Lampung ke tingkat persaingan nasional yang tidak main-main kerasnya. Meski ada yang kurang, nanti harus diperbaiki dan ditingkatkan. Selamat kepada kalian semua. Kalian hebat,” katanya.

Terpisah, Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) terpilih periode 2026-2030, Dr Gunawan Raka mendengar capaian yang sangat menjanjikan ini, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasinya kepada para atlet dan pelatih.

“Hasil ini diperoleh karena kerjasama yang baik antara pelatih dan atlet. Maka kami pengurus PASI Lampung mengucapkan selamat untuk kalian yang sudah mampu membuat sinergi yang sangat baik.Sehingga mampu meraih hasil sejauh ini. Prestasi tidak bisa diraih oleh atlet sendirian harus ada proses dan pihak lain di dalamnya,” kata Gunawan.

Ini semua, lanjut Gunawan, merupakan hasil dari kerja keras dan saling mendukung satu dengan lainnya sesuai dengan tupoksinya. Pelatih berperan sebagai pelatih yang baik dan berkualitas, sedang Atlet berlatih dan bertindak secara profesional.

“Ini bertambah modal lagi. Sebelumnya kita punya 2 atlet yang masuk Pelatnas Asian Games yaa. Dan ini bertambah potensi senior dan junior ada 4 atlet. Jadi saya berharap kita segera lakukan perencanaan program yang jitu untuk mereka, dipersiapkan baik di PON 2028, maupun untuk PON 2032. Ini mutlak.” Kata Gunawan di kantor PASI Provinsi Lampung Jln. Griya Mustika, Way Halim, Bandar Lampung.

Red

Komentar