Wawako Elzadaswarman Hadiri Wisuda Tahfiz Ponpes Syekh Ibrahim Harum, Tegaskan Dukungan Pemko untuk Pendidikan Agama

Payakumbuh213 Dilihat

Payakumbuh — Pemerintah Kota Payakumbuh terus berkomitmen mendukung penguatan pendidikan karakter berbasis agama. Hal ini ditegaskan Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, saat menghadiri acara Wisuda Tahfiz dan Pelepasan Santri Kelas IX MTs Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Harum, Kelurahan Tiakar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Selasa (12/5/2026).

“Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman sangat bangga. Kehadiran hafiz dan hafizah ini bukan hanya tentang prestasi akademik, tetapi tentang menjaga keberkahan di Kota Payakumbuh. Kita menempatkan pendidikan agama dan hafalan Al-Qur’an sebagai bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia Kota Payakumbuh. Kita sangat butuh generasi yang cerdas secara intelektual namun tetap rendah hati dengan tuntunan Al-Qur’an,” ujar Elzadaswarman.

Pada kesempatan tersebut, Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Harum mewisuda sebanyak 13 santri dalam program tahfiz Al-Qur’an, serta melepas 32 santri kelas IX yang telah menyelesaikan pendidikan tingkat MTs.

“Mewakili Wali Kota dan jajaran Pemko Payakumbuh, kami mengucapkan selamat kepada 13 santri yang telah menyelesaikan program tahfiz. Ini bukan sekadar wisuda, tetapi keberhasilan menjaga kalam Allah di tengah kesibukan belajar. Kepada 32 santri kelas IX yang kami lepas, ingatlah bahwa kalian adalah calon pemimpin masa depan Payakumbuh,” katanya.

Elzadaswarman menyampaikan apresiasi kepada pengurus pondok pesantren yang dinilai konsisten membina generasi muda. Ia juga menegaskan bahwa Pemko Payakumbuh akan terus mendukung pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi berakhlak dan berilmu.

“Pesantren seperti Syekh Ibrahim Harum ini adalah mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi berakhlak dan berilmu. Pemko Payakumbuh akan terus bersinergi dengan pesantren dalam menyusun program-program yang relevan dengan kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keaswajaan,” tambahnya.

Ia juga berpesan kepada santri yang dilepas agar tidak berhenti menuntut ilmu serta tetap menjaga hafalan dan akhlak pesantren di mana pun melanjutkan pendidikan.

“Kepada anak-anak kami, jangan lepaskan hafalanmu dan jangan tinggalkan akhlak pesantrenmu di mana pun kalian melanjutkan sekolah. Kalian adalah wajah masa depan Payakumbuh,” pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Elzadaswarman hadir didampingi Ketua LKAAM Kota Payakumbuh, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Payakumbuh, serta jajaran pengurus pondok pesantren.

Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Syekh Ibrahim Harum, Zunijar Ibrahim, menjelaskan bahwa 32 santri kelas IX telah menyelesaikan seluruh rangkaian ujian madrasah, praktik ibadah, serta ujian kepribadian.

“Mereka sudah kami bekali dengan ilmu agama, keterampilan hidup, dan tentu tadabur Al-Qur’an,” ujarnya.

Terkait wisuda tahfiz, Zunijar menyebut 13 santri yang diwisuda telah melalui proses seleksi ketat mulai dari setoran harian, ujian kenaikan juz, hingga sidang tahfiz di hadapan dewan penguji.

“Tidak semua santri bisa mencapai target hafalan 1 juz, 3 juz, bahkan ada yang mencapai 5 juz. 13 santri ini adalah putra-putri terbaik yang istikamah dalam murajaah. Kami berharap mereka menjadi duta Al-Qur’an di mana pun melanjutkan studi,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada pondok pesantren.

“Kami mohon maaf jika selama proses pendidikan ada kekurangan. Semoga ilmu yang diberikan menjadi bekal dunia akhirat. Jangan pernah putus silaturahmi dengan pondok pesantren,” tutupnya. (MC)

Komentar