Pemko Payakumbuh Tanam 3.000 Bibit Pisang untuk Dukung Program MBG dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Payakumbuh71 Dilihat

Payakumbuh– Pemerintah Kota Payakumbuh memulai Gerakan Tanam Pisang Serentak dengan menanam 3.000 bibit pisang varietas barangan di lima kecamatan sebagai upaya memperkuat pasokan buah lokal bagi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Kegiatan dipusatkan di lahan Gapoktan Talang Saiyo, Kelurahan Talang, Kecamatan Payakumbuh Barat, Kamis (23/7/2026).

Mewakili Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Staf Ahli Irwan Suwandi mengatakan program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan gizi masyarakat, serta mengembangkan komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi.

“Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pisang, tetapi juga memastikan kebutuhan buah untuk Program Makan Bergizi Gratis dapat dipenuhi dari hasil pertanian lokal,” kata Irwan.

Melalui APBD Kota Payakumbuh, pemerintah menyalurkan 3.000 bibit pisang varietas barangan kepada 29 kelompok tani dan gabungan kelompok tani di 23 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan. Untuk mendukung keberhasilan budidaya, setiap bibit juga didukung pupuk kompos dengan total bantuan mencapai 30.000 kilogram.

Irwan menegaskan pemerintah akan terus memberikan pendampingan kepada petani agar budidaya berjalan optimal dan mampu menghasilkan panen yang berkualitas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Nila Misna menjelaskan varietas pisang barangan dipilih karena lebih tahan terhadap serangan hama serta memiliki potensi produktivitas yang tinggi.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Pertanian Kota Payakumbuh dan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh dalam pengembangan agribisnis pisang intensif, mulai dari budidaya, pendampingan teknologi, peningkatan kapasitas petani, hingga penguatan hilirisasi dan pemasaran.

Melalui gerakan ini, Pemko Payakumbuh berharap tercipta ekosistem agribisnis pisang yang terintegrasi sehingga mampu menjamin pasokan buah lokal untuk Program MBG, meningkatkan nilai tambah komoditas hortikultura, memperkuat daya saing produk pertanian, serta mendorong kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (MC/Zl)

Tinggalkan Balasan