
Lampung Selatan : Salah seorang pecinta budaya lokal, Zaylani merasa kecewa akan event besar yang saat ini sedang berlangsung di lapangan Cipta Karya, Kalianda, Lampung Selatan (Lamsel), Minggu malam, (08/09/19).
Lampung Selatan Fair (LSF) 2019, itulah namanya, yakni salah satu even tahunan yang di gelar oleh Kabupaten Lamsel dalam rangka promosi Pembangunan daerah dan dalam rangka menyambut HUT Lamsel Ke 63.
Menurut salah satu pencetus perubuhan patung pada tahun 2012 lalu menjelaskan bahwa dalam pembukaan LSF 2019 tidak nampak budaya dari kearifan lokal.
“Harusnya kental dengan budaya yang mengedepankan kearifan lokal, sebagai pecinta budaya saya merasa sangat kecewa” ungkapnya melalui pesan WhatsApp.
Dirinya menjelaskan bahwa sejatinya LSF 2019 merupakan pesta rakyat Kabupaten Lampung Selatan dalam ajang promosi pembangunan dan budaya lokalnya.
“Ini perlu dievaluasi khususnya bagi penyelenggara. Saya melihat undangan juga banyak yang tidak hadir termasuk 5 Saibatin Bandakh Makhga” bebernya.
Dirinya berpesan kepada Pemerintah setempat agar budaya lokal jangan dikesampingkan atau bahkan dilupakan.
“Jika kearifan lokal dikesampingkan atau bahkan dilupakan maka perlahan kehancuran menghampiri, karena kualat” tutupnya.
Dendi Hidayat







Komentar