Bangun SDM Handal, PSSI Lampung Gratiskan Kursus Pelatih Level C

Sport137 Dilihat

Bandar Lampung, Metropolis – Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Umum Asprov PSSI Lampung, Kombes. Pol. Sumardji bikin gebrakan membangun SDM sepakbola Lampung melalui program lisensi kepelatihan.

Sumardji mengatakan bahwa inti dari pembinaan sepakbola adalah pembinaan usia dini yang terencana dan terprogram dengan baik.

“Maka dari itu saya sarankan Lampung mulai berfikir melakukan pembinaan mulai dari SSB (Sekolah Sepak Bola), dimana di sini anak-anak usia dini sudah memiliki peran penting dalam Sepak Bola,” ungkap Sumardji di Bandarlampung, Selasa 20 Januari 2026.

SSB, lanjut Sumardji harus ada di setiap kabupaten kota dengan organisasi yang baik dan diurus dengan benar, terutama dengan pelatih yang memiliki kapasitas dan berlisensi.

”Banyak pelatih yang memiliki sertifikai tetapi tidak memiliki lisensi. Maka dari itu saya tantang Lampung untuk segera bangkit dengan SDM pelatih dan wasit yang semakin berkualitas.” tambahnya.

Lampung dengan jumlah penduduk lebih dari 9 juta, mestinya memiliki potensi mengembangkan sepakbola lebih baik dari kota Malang yang hanya berpenduduk sekitar 2 jutaan saja. Namun minat untuk bermain sepakbola di pulau Jawa sangat tinggi.

“Dari faktor jumlah penduduk, Lampung punya alasan dan potensi untuk lebih banyak mendapatkan talenta sepakbola yang bagus. Namun syaratnya yaa itu tadi harus banyak juga tenaga pelatih yang berkualitas.

Kursus Gratis

Sumardji menambahkan bahwa selain adanya SSB yang dikelola dengan benar, seharusnya juga dibentuk Akademi yang professional dikelola secara baik.

“Ini dimungkinkan bisa menampung pemain-pemain berbakat dari SSB untuk mengikuti pelatihan yang lebih fokus dan professional. Kalau Akademi hanya sekedar nama namun tidak diurus dengan baik yaa percuma,” ungkapnya.

Maka dari itu, untuk memenuhi tenaga pelatih dan wasit yang berkualitas, maka PSSI harus memiliki keberanian dan gebrakan untuk membantu tenaga-tenaga pelatih melalui program lisensi C kepelatihan untuk meningkatkan kualitas sepakbola di tataran provinsi.

Sumardji menawarkan agar peserta lisensi C digratiskan. Caranya, biaya yang biasanya dipatok antara 10 jutaan rupiah itu bisa disubsidi oleh PSSI dengan menanggung biaya pemateri atau tutor. Sehingga peserta hanya akan menyiapkan keperluan untuk makan dirinya masing-masing.

“Untuk penginapan, kita coba akan meminta bantuan pemerintah daerah untuk membantu menyiapkan mess atau penginapan sebagai penampung para peserta. Kalau sudah begini, apa lagi alasan untuk tidak bisa ikut lisensi?” Tanya Sumardji.

Dengan banyaknya pelatih berlisensi dan berkualitas, maka lambat laun kemampuan anak-anak pasti akan meningkat juga.

Rekomendasi

Dengan digratiskannya peserta Lisensi C kepelatihan ini, maka peran Asprov segera mensosialisasikan program ini, dan seluruh peserta diwajibkan mendapatkan lisensi dari Askab atau Askot dimana mereka berada.

Ini untuk memastikan bahwa para peserta juga bukan sembarangan, dan sudah memiliki dasar-dasar kepelatihan sebelumnya.

“Peserta ya harus dibatasi, dan wajib mendapat rekomendasi dari Askab dan Askotnya. Tidak boleh sembarangan menerima peserta,” tambahnya.
Soemardji akan berusaha meminta dukungan kepada Gubernur Lampung bisa membantu menyiapkan mess untuk peserta.

Namun ketua Askab PSSI Mesuji menawarkan untuk menjadi tuan rumah pelaksanaan ujian Lisensi C, dan kemudian disetujui bersama, tinggal menetapkan waktu pelaksanaannya saja.

Sumardji mengingatkan bahwa Lisensi C ini harus segera digelar, karena masa Plt bagi Sumardji hanya sampai bulan Juni 2026.

“Segera dirancang dan segera dilaksanakan,” ujarnya.

Untuk lisensi atau sertifikasi wasit sepakbola

“Wasit juga menjadi faktor lain dalam keberhasilan pembinaan sepakbola. Wasit yang baik dan jujur sangat menentukan kondisi kompetisi yang kondusif. Jangan sampai ada wasit terima kanan dan terima kiri. Kalau ada wasit yang bagus nanti kita kasih bonus. Tapi yang jelek dan tidak sportif kita berhentikan saja.” ungkap Sumardji.

Red

Komentar