Masyarakat Adat Hindu Mesuji Antusias Ikuti Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan

Institusi35 Dilihat

Mesuji, Metropolis – Upaya memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan terus digencarkan BPJS Ketenagakerjaan. Kali ini, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tulang Bawang menyasar masyarakat adat Hindu di Kabupaten Mesuji.

Melalui Sosialisasi Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Masyarakat Adat Hindu melalui Program Jaminan Kematian (JKM) yang digelar di Pura Puseh, Desa Labuhan Batin, Selasa (8/7/2026).

Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat adat Hindu akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU).

Sosialisasi dihadiri Ketua Adat Desa Pakraman Labuhan Indah, Indra, bersama puluhan masyarakat adat Hindu dari berbagai wilayah di Kabupaten Mesuji. Peserta memperoleh penjelasan mengenai manfaat Program Jaminan Kematian (JKM), tata cara kepesertaan, hingga prosedur pengajuan klaim.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tulang Bawang, Gustanto Achmad, mengatakan perlindungan jaminan sosial merupakan hak seluruh pekerja tanpa memandang latar belakang profesi, suku, maupun agama. Karena itu, pihaknya terus memperluas edukasi hingga menjangkau komunitas adat agar semakin banyak pekerja yang terlindungi.

“Kami ingin memastikan seluruh pekerja, termasuk masyarakat adat Hindu di Kabupaten Mesuji, memperoleh akses terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Program ini bukan sekadar memberikan santunan ketika terjadi risiko, tetapi juga menghadirkan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya saat mencari nafkah,” ujar Gustanto.

Menurut Gustanto, dukungan tokoh adat memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Kami mengapresiasi keterlibatan para tokoh adat yang turut mengajak masyarakat memahami pentingnya perlindungan sosial. Semakin banyak pekerja yang menjadi peserta, semakin kuat pula perlindungan bagi keluarga ketika risiko kerja maupun risiko kematian terjadi,” katanya.

Ia menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan terus mendorong peningkatan kepesertaan pekerja informal melalui berbagai pendekatan berbasis komunitas agar target universal coverage jaminan sosial ketenagakerjaan dapat tercapai.

“Kami berharap setelah sosialisasi ini semakin banyak masyarakat yang sadar bahwa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan merupakan investasi perlindungan jangka panjang. Iurannya terjangkau, tetapi manfaatnya sangat besar bagi pekerja dan ahli waris,” tambah Gustanto.

Sementara itu, Ketua Adat Desa Pakraman Labuhan Indah, Indra, menyambut baik kegiatan tersebut.

Menurutnya, sosialisasi memberikan pemahaman baru kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan bagi pekerja mandiri yang selama ini masih minim akses terhadap jaminan sosial.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya minat untuk bergabung sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Sebagai hasil nyata dari kegiatan tersebut, 40 masyarakat adat Hindu langsung mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan segmen Bukan Penerima Upah (BPU).

Capaian itu menjadi langkah awal dalam memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat adat di Kabupaten Mesuji sekaligus memperkuat komitmen BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan perlindungan bagi seluruh pekerja Indonesia.

Rls

Tinggalkan Balasan