Gubernur Mahyeldi: Paskibraka Bukan Sekadar Pengibar Bendera, tetapi Wadah Pembentukan Karakter Calon Pemimpin Bangsa

Sumatera Barat70 Dilihat

PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah resmi membuka Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sumbar Tahun 2026 di Auditorium Gubernuran, Sabtu (1/8/2026).

Sebanyak 54 putra-putri terbaik perwakilan kabupaten dan kota di Sumbar akan menjalani pembinaan intensif sebagai persiapan menjalankan tugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Sumbar.

Dalam arahannya, Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa Paskibraka bukan sekadar pasukan pengibar bendera, melainkan wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, dan jiwa kebangsaan bagi generasi muda yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa.

“Sebagai generasi penerus, kalian mewarisi semangat perjuangan para pendahulu. Karena itu, saya berharap dari Paskibraka inilah akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan, tokoh bangsa, menteri, gubernur, bahkan Presiden Republik Indonesia,” ujar Mahyeldi.

Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berhasil lolos melalui proses seleksi berjenjang dan kompetitif. Menurutnya, keberhasilan menjadi calon Paskibraka merupakan sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus dijaga dengan disiplin, integritas, dan tanggung jawab.

“Adik-adik adalah putra-putri terbaik Sumatera Barat. Pemusatan pendidikan dan pelatihan ini merupakan bekal penting untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara fisik, mental, maupun karakter, sehingga mampu melaksanakan tugas pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Mahyeldi menekankan bahwa nilai-nilai yang diperoleh selama mengikuti pendidikan dan pelatihan hendaknya tidak berhenti pada pelaksanaan upacara kenegaraan semata, tetapi menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari sebagai pribadi yang disiplin, berintegritas, mampu bekerja sama, serta memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara.

Ia juga mengajak para peserta untuk meneladani semangat perjuangan para tokoh terdahulu yang telah memberikan kontribusi besar bagi perjalanan bangsa. Menurutnya, sejarah mencatat Sumbar tidak hanya melahirkan banyak pahlawan dan pendiri bangsa, tetapi juga menjadi penyelamat keberlangsungan Republik Indonesia melalui Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Semangat tersebut diharapkan terus hidup dalam diri generasi muda Sumbar.

Sementara itu, Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumbar, Donny Rahma Saputra menjelaskan pelaksanaan pemusatan pendidikan dan pelatihan mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka beserta ketentuan pelaksanaannya dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Ia menyebutkan, 54 peserta yang mengikuti pemusatan diklat merupakan hasil seleksi berjenjang dari seluruh kabupaten dan kota di Sumbar. Para peserta telah melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari administrasi, wawasan kebangsaan, intelegensia umum, kesehatan, peraturan baris-berbaris, kesamaptaan, kepribadian, hingga penelusuran rekam jejak sesuai standar Program Paskibraka Nasional.

Donny menambahkan, pemusatan pendidikan dan pelatihan berlangsung pada 1–18 Agustus 2026. Selama kegiatan, peserta akan memperoleh pembinaan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, revolusi mental, literasi digital, kepemimpinan, kewaspadaan nasional, peraturan baris-berbaris, serta praktik pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih sebagai bekal menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Sumbar.

Melalui pemusatan pendidikan dan pelatihan tersebut, Pemprov Sumbar berharap lahir generasi muda yang tidak hanya mampu menjalankan tugas pengibaran Bendera Pusaka dengan baik, tetapi juga menjadi teladan dalam kedisiplinan, kepemimpinan, serta agen pemersatu dan penggerak kemajuan daerah maupun bangsa. (adpsb)

Tinggalkan Balasan