Trump Sesumbar Bakal Jadikan Selat Hormuz Wilayah AS, Iran: Terimalah Realita Kekalahan Anda!

Nasional83 Dilihat

Teheran, (Metropolis.co.id) – Iran menyerukan kepada Amerika Serikat (AS) untuk mengakui kekalahan strategis, setelah Presiden Donald Trump mengatakan akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS usai mengalahkan Teheran dalam perang.

Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Kazem Gharibabadi, seperti dilansir Press TV dan TRT World, Sabtu (15/8/2026), menegaskan bahwa Washington-lah yang telah mengalami kekalahan dalam upaya memaksakan kehendak atas jalur perairan strategis tersebut.

“Terimalah kenyataan ini sekali dan untuk selamanya; sejauh ini, Anda telah mengalami kekalahan serius dan strategis,” cetus Gharibabadi dalam pernyataan kepada AS via media sosial X pada Sabtu (15/8) pagi.

“Selat Hormuz adalah milik Iran, saat ini milik Iran, dan akan tetap menjadi milik Iran; selat ini hanya akan ditutup atau dibuka kembali atas perintah Iran,” tegasnya.

“Dan selama Anda menolak untuk mengakui kenyataan soal kekalahan Anda dan terus terlena dalam delusi Anda, Iran akan terus memberlakukan blokade tersebut (di Selat Hormuz),” kata Wamenlu Iran tersebut dalam pernyataannya.

Selat Hormuz yang merupakan jalur pelayaran vital untuk pasokan minyak dan gas global, menjadi fokus perselisihan terbaru antara Iran dan AS yang berkonflik selama beberapa bulan terakhir.

Teheran menyatakan Selat Hormuz ditutup untuk merespons gelombang serangan AS bersama Israel yang dimulai pada akhir Februari lalu. Berbagai upaya diplomasi membahas pembukaan kembali jalur perairan strategis itu gagal membuahkan hasil konkret.

Trump semakin memperkeruh situasi dengan komentar terbarunya pada Jumat (14/8), yang mengatakan bahwa dirinya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah AS setelah mengalahkan Iran dalam perang. Dia juga menegaskan bahwa Angkatan Laut AS memberlakukan blokade total terhadap selat tersebut.

“Setelah kita selesai mengalahkan Iran, yang sedang mengalami kekalahan telak, saya akan segera mendeklarasikan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat,” tegas Trump saat berbicara dalam kunjungan ke Akademi Kepolisian Nassau County yang baru di Garden City, New York.

Presiden AS itu juga menegaskan bahwa blokade AS terhadap Selat Hormuz akan tetap diberlakukan, sembari menyatakan bahwa “tidak ada kapal yang bisa melintasi kecuali jika kita mengizinkannya”.

Teheran Tegaskan Selat Hormuz Akan Tetap Jadi Milik Iran

Gharibabadi, saat menanggapi pernyataan terbaru Trump itu, menegaskan bahwa Selat Hormuz tidak akan bisa direbut begitu saja.

“Selat Hormuz tidak bisa direbut hanya melalui sebuah cuitan atau dengan kapal induk, ataupun dengan mengeluarkan perintah, atau dengan menyampaikan pidato kampanye pemilu,” tegas Gharibabadi dalam pernyataannya.

“Iran tidak terintimidasi oleh ancaman-ancaman dan tidak ciut nyalinya dalam menghadapi aksi unjuk kekuatan,” ucap Gharibabadi dalam pernyataan terpisah via media sosial X pada Jumat (14/8) waktu setempat.

Selat Hormuz menjadi titik perselisihan terbaru antara Iran dan AS yang berperang sejak akhir Februari lalu. Teheran bersikeras mengendalikan semua pelayaran di jalur perairan strategis, sedangkan Washington menegaskan kebebasan navigasi di perairan Selat Hormuz yang berbatasan dengan daratan Iran dan Oman.

Detik

Tinggalkan Balasan