Rakor KKMTs Sumbar di Payakumbuh, Pemko Tekankan Mutu Pendidikan dan Karakter

Payakumbuh67 Dilihat

Payakumbuh — Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menempatkan penguatan pendidikan karakter, moral, dan spiritual sebagai bagian penting dalam menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat. Madrasah dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa kehilangan nilai keimanan dan akhlak.

Pesan tersebut disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman saat membuka Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Kepala Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Provinsi Sumatera Barat di MTsN 2 Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026).

Elzadaswarman mengatakan perkembangan era digital menghadirkan tantangan yang semakin kompleks bagi peserta didik. Karena itu, madrasah tidak cukup hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga harus menjadi benteng moral dan spiritual dalam membentuk generasi yang mampu menyikapi perkembangan zaman secara bijak.

“Di era digital yang dinamis saat ini, tantangan yang dihadapi para peserta didik semakin kompleks. Oleh karena itu, madrasah memegang peranan krusial sebagai benteng pertahanan moral dan spiritual peserta didik dalam menghalau berbagai potensi dampak negatif dari pergaulan modern maupun arus informasi yang tidak tersaring,” ungkapnya.

Menurutnya, kepala madrasah memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menjalankan fungsi administrasi dan manajemen kelembagaan. Kepala madrasah harus mampu menjadi pengarah inovasi pembelajaran sekaligus memastikan proses pendidikan tetap berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

Elzadaswarman juga meminta madrasah terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dalam kurikulum dan proses pembelajaran. Namun, transformasi tersebut harus berjalan seiring dengan penguatan keimanan, ketakwaan, dan akhlakul karimah.

“Di samping itu, peningkatan kapasitas kompetensi guru dan kualitas tata kelola kelembagaan secara berkelanjutan juga harus menjadi fokus utama demi melahirkan lulusan madrasah yang berdaya saing tinggi,” pintanya.

Ia menegaskan peningkatan mutu pendidikan madrasah membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah daerah, Kementerian Agama, pengelola madrasah, guru, dan unsur terkait perlu menyatukan langkah agar kebijakan dan program pendidikan menghasilkan perubahan yang nyata bagi peserta didik.

Menurut Elzadaswarman, Rakor KKMTs juga menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta merumuskan langkah strategis yang dapat diterapkan oleh madrasah di masing-masing daerah.

“Melalui forum koordinasi ini, kita berharap seluruh pihak dapat terus memperkuat kolaborasi, menyatukan gagasan, dan melahirkan program-program nyata yang dapat diimplementasikan di masing-masing daerah demi kemajuan pendidikan madrasah di Sumatera Barat,” ujarnya.

Kepala MTsN 2 Kota Payakumbuh Yarisman mengatakan pihaknya mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada MTsN 2 Kota Payakumbuh sebagai tuan rumah rakor tingkat provinsi tersebut.

Menurutnya, kehadiran pengurus dan anggota KKMTs dari 19 kabupaten dan kota di Sumatera Barat menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menyamakan persepsi dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah.

Yarisman menegaskan MTsN 2 Kota Payakumbuh siap mendukung pelaksanaan rakor agar menghasilkan keputusan strategis yang memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang madrasah tsanawiyah.

Rakor kemudian dilanjutkan dengan pembahasan dan diskusi teknis yang diikuti para kepala madrasah serta pejabat terkait dari kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. (MC)

Tinggalkan Balasan