Usai Operasi Craniotomi Kondisi Korban Tsunami Lita Mulai Membaik

Usai Operasi Craniotomi Kini Kondisi Lita Korban Tsunami Mulai Membaik

Lampung Selatan : Musibah tsunami yang melanda perairan Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) lalu, menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Lampung Selatan.

Gelombang besar yang menurut BMKG disebabkan longsoran Gunung Anak Krakatau itu merenggut ratusan korban jiwa, ratusan orang luka-luka dan 7 orang lainnya dinyatakan hilang.

Tsunami ini juga menyebabkan ratusan bangunan mengalami kerusakan dan sejumlah akses jalan sempat lumpuh total. Tak sedikit orang yang terombang-ambing di lautan hingga berkali-kali di hempas gelombang.

Wilayah pesisir Kecamatan Rajabasa menjadi salah satu daerah yang paling parah terdampak tsunami. Banyak korban jiwa yang dievakuasi dari kawasan ini dan tak sedikit dari mereka yang juga selamat dari terpaan gelombang besar.

Di antara orang-orang yang berhasil selamat dari tsunami tak terprediksi ini, salah satunya adalah Lita, gadis kecil berusia 11 tahun yang tinggal di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa.

Meski selamat, Lita harus dirujuk ke RSUD Abdul Muluk, Bandar Lampung, sebelumnya Lita juga sempat mendapatkan perawatan selama 2 hari di RSUD Bob Bazar di Kalianda, Lamsel.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Lamsel, dr. Jimmy B. Hutapea, MARS, Lita dibawa ke RSUD Abdul Muluk pada tanggal 25 Desember 2018. Dan pada tanggal 2 Januari 2019, Lita menjalani operasi Craniotomi (bagian kepala).

“Kemarin (Rabu, 2/1/2019) Lita sudah dioperasi. Dan saat ini kondisinya sudah sadar dan keadaan umum baik,” ujar Jimmy disela-sela menjenguk Lita di ruang Alamanda Lantai 4 RSUD Abdul Muluk, Jumat (4/1/2019).

Kedatangan Jimmy yang mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lamsel Nanang Ermanto, juga sebagai bentuk dan kepedulian dan perhatian Pemkab Lamsel kepada korban tsunami Selat Sunda.

“Selain pakaian, kita juga sampaikan tali asih dari Plt. Bupati dan Dinas Kesehatan sebesar Rp3 juta,” kata Jimmy.

Sementara, Dinas Pendidikan Lamsel, juga menyampaikan simpatinya kepada Lita. Melalui Kepala Bidang PAUD, Dicky Yuriki, Dinas Pendidikan Lamsel menyerahkan sejumlah bantuan.

Bantuan yang diberikan berupa, boneka, pakaian, kasur, sarung, susu, makanan, mie seduh, dan air mineral. “Ini sebagai bentuk kepedulian dan simpati jajaran Pemkab Lamsel,” kata Dicky mewakili Kepala Dinas Pendidikan Thomas Amrico.

Sebelumnya, berita Lita sempat viral di media sosial. Kondisi Lita terbaring tak berdaya dirawat di RSUD Abdul Muluk, Bandar Lampung.

Akibat hempasan gelombang tsunami beberapa hari lalu, Lita dan orang tuanya pun harus rela kehilangan tempat tinggalnya.

Penulis : Dendi Hidayat

Komentar