Melalui Momentum Peringatan Hari Gizi Nasional ke-66, Gubernur Mahyeldi Ajak Masyarakat Lebih Peduli Gizi Seimbang

Sumatera Barat80 Dilihat

PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap gizi seimbang dan pola makan sehat sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Mahyeldi saat membuka secara resmi peringatan Hari Gizi Nasional (HGN) ke-66 yang digelar oleh Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Sumbar di halaman Kantor Gubernur, Minggu (25/1/2026).

Menurut Mahyeldi, peringatan HGN menjadi momentum strategis untuk mengingatkan seluruh elemen masyarakat bahwa kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan oleh asupan gizi sejak dini.

“Peringatan Hari Gizi ini mengingatkan kita semua agar lebih peduli terhadap gizi seimbang dan pola makan sehat. Inilah yang akan menjadi kunci dalam menyiapkan generasi emas Indonesia pada 2045,” ujar Mahyeldi.

Gubernur juga menyoroti masih tingginya angka stunting serta meningkatnya kasus obesitas di Sumbar. Ia menilai persoalan tersebut tidak terlepas dari belum meratanya pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi yang seimbang dan pola konsumsi yang sehat.

“Kesadaran masyarakat tentang makanan bergizi harus terus kita tingkatkan. Karena kualitas gizi yang baik akan berdampak langsung pada kualitas kesehatan dan produktivitas masyarakat,” katanya.

Mahyeldi berharap Persagi Sumbar dapat terus menghadirkan program-program edukatif dan intervensi yang tepat sasaran guna meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menekan angka stunting.

Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara program peningkatan gizi di daerah dengan Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini dijalankan pemerintah pusat, agar pelaksanaannya benar-benar memberikan dampak nyata.

“Program Makan Bergizi Gratis perlu kita sinergikan bersama, sehingga sejalan dengan cita-cita Bapak Presiden dan mampu meningkatkan kualitas gizi masyarakat secara berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mahyeldi menyampaikan bahwa upaya peningkatan gizi juga sejalan dengan program Tujuh Kebiasaan Baik yang dicanangkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Karena itu, ia mendorong kolaborasi lintas sektor, khususnya dengan dunia pendidikan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.

“Kita berharap upaya pemenuhan gizi ini bisa terintegrasi dengan dunia pendidikan, sehingga anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutup Mahyeldi.

Sementara itu Ketua DPD Persagi Sumbar, Gusnedi menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang sehat melalui pemenuhan gizi sejak dini, pemanfaatan pangan lokal, serta kolaborasi lintas sektor dalam mengatasi tantangan gizi.

“Pemenuhan gizi sedari dini, itu penting. Makanan sehat tidak mesti yang mahal, itu ada bisa didapati dari pangan lokal,”tegasnya.

Peringatan Hari Gizi Nasional ke-66 di Sumbar mengusung tema “Penuhi Gizi Seimbang dengan Pangan Lokal” dan dirangkaikan dengan berbagai kegiatan, termasuk pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat. (adpsb)

Komentar