PSGA UIN RIL Gelar Penguatan Kesehatan Mental bagi Pengurus UKM

Kabar Kampus1071 Dilihat

Bandar Lampung, Metropolis – mental mahasiswa terus dilakukan Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL). Melalui Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), digelar kegiatan penguatan kesehatan mental bagi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Dalam laporannya, Kepala PSGA UIN RIL, Dr. Yunidar Cut Mutia Yanti, S.Sos., M.Sos.I., menyampaikan, kegiatan ini diikuti sekitar 100 perwakilan pengurus UKM dan direncanakan menjadi program rutin PSGA.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberi manfaat bagi mahasiswa agar menjadi pribadi yang lebih tawakal dan istiqomah. Selain sehat secara fisik, mahasiswa juga diharapkan memiliki kesehatan mental yang baik.

“Mahasiswa tidak hanya sehat raga, tetapi juga sehat mental,” ujarnya.

Pada sesi materi, dimoderatori oleh Ketua Prodi Psikologi Islam Annisa Fitriani, S.Psi., M.A. Narasumber pertama, Dr. Sovi Septania, M.Psi, Psikolog dari Universitas Muhammadiyah Lampung yang juga sebagai Ketua Asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi HIMPSI Lampung, menyampaikan pentingnya membangun diri untuk meraih kesuksesan di kampus maupun organisasi.

Menurutnya, realitas mahasiswa yang aktif berorganisasi adalah harus siap lelah dan sibuk, sehingga perkuliahan kerap keteteran apabila tidak dikelola dengan baik.

Ia memaparkan tiga hal penting bagi mahasiswa aktif, yakni sehat mental, kuat karakter, dan tuntas akademik. Menurutnya, keseimbangan perlu dibangun antara apa yang dikeluarkan dan apa yang didapatkan, termasuk dalam mengalokasikan energi sesuai kebutuhan.

Dr. Sovi menjelaskan sejumlah persoalan utama yang sering dihadapi mahasiswa aktif berorganisasi, di antaranya overthinking, burnout, prokrastinasi, dan social comparison.

“Mahasiswa aktif harus mampu balancing antara apa yang dikeluarkan dan didapatkan, terutama dalam alokasi energi,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa kesehatan mental menjadi faktor penting yang tidak terlihat, namun sangat menentukan hasil akhir. Mahasiswa, kata dia, perlu memiliki kesadaran bahwa peran sebagai mahasiswa dan aktivis organisasi memang menuntut kesiapan secara fisik dan mental.

Dr. Sovi juga menyampaikan bahwa organisasi kampus atau UKM menjadi ruang untuk tetap “keep on reality” sekaligus membentuk karakter. Namun, ia mengingatkan agar mahasiswa tidak terbawa arus.

Untuk menjaga kesehatan mental, Dr. Sovi menyarankan pengelolaan waktu yang efektif, seperti menggunakan teknik Pomodoro dan matriks Eisenhower, serta menentukan skala prioritas.

“Keseimbangan antara akademik dan organisasi bukan tentang membagi waktu sama rata, tetapi mengelola prioritas dan alokasi energi secara bijak,” jelasnya.

Narasumber selanjutnya, dosen Psikologi UIN RIL Khoiriyah Ulfah, M.A. , yang juga aktif di organisasi profesi HIMPSI Lampung, Konselor Pusat Studi Gender, serta Konselor ULT UIN RIL, menyampaikan materi tentang cara menjaga kesehatan mental.

Ia menjelaskan beberapa langkah yang dapat dilakukan, di antaranya kegiatan fisik dengan berolahraga secara teratur untuk mengurangi stres, menjaga pola makan sehat karena nutrisi yang baik membantu keseimbangan mental, serta tidur yang cukup untuk memulihkan energi dan menjaga fungsi otak.

Selain itu, mahasiswa juga didorong aktif dalam kegiatan sosial sebagai upaya mendukung kesejahteraan emosional.

Ia juga menekankan pentingnya spiritual self care melalui penguatan iman dan takwa, akhlak mulia, ilmu, hikmah, rasa syukur, berdoa, mendekatkan diri kepada Allah, serta mengikuti kajian keagamaan.

Red

Komentar