Gubernur Mahyeldi: Alek Anak Nagari Perkuat Karakter dan Jaga Warisan Budaya Minangkabau

Sumatera Barat551 Dilihat

BUKITTINGGI — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menghadiri sekaligus membuka Iven Alek Anak Nagari Bukittinggi 2026 di Lapangan Kantin Wirabraja, Kota Bukittinggi, Sabtu (16/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya dan permainan tradisional Minangkabau di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menegaskan Alek Anak Nagari bukan sekadar hiburan rakyat, tetapi juga ruang memperkuat identitas budaya dan nilai-nilai kebersamaan masyarakat Minangkabau yang harus terus diwariskan kepada generasi muda.

Menurutnya, permainan tradisional memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak melalui nilai sportivitas, gotong royong, kreativitas, keberanian, dan kerja sama sosial.

“Permainan tradisional bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sarana membangun karakter generasi muda. Nilai kebersamaan, kejujuran, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal tumbuh melalui permainan rakyat yang diwariskan turun-temurun,” ujar Mahyeldi.

Ia menyebut dominasi penggunaan smartphone membuat berbagai permainan tradisional seperti galah panjang, congkak, lompat tali, sepak tekong, hingga mancik-mancik mulai jarang dimainkan anak-anak. Padahal, permainan rakyat memiliki keterkaitan erat dengan filosofi hidup masyarakat Minangkabau yang menjadikan alam sebagai sumber pembelajaran, sebagaimana tercermin dalam pepatah “alam takambang jadi guru”.

“Dahulu anak-anak belajar dari alam dan lingkungan sekitar. Semua yang ada di alam seperti kayu, batu, rotan, hingga tali dapat menjadi media permainan sekaligus pembelajaran kehidupan,” katanya.

Mahyeldi juga menyinggung momentum satu abad Jam Gadang sebagai simbol kebanggaan masyarakat Sumbar sekaligus saksi perjalanan sejarah daerah. Ia berharap peringatan tersebut menjadi momentum memperkuat identitas budaya serta mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat.

“Peringatan satu abad Jam Gadang harus menjadi momentum untuk memperkuat budaya daerah serta menggerakkan pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat,” ungkapnya.

Pemprov Sumbar, lanjut Mahyeldi, terus mendorong pelestarian permainan anak nagari melalui festival budaya, penguatan edukasi budaya di sekolah, pemanfaatan media sosial, serta revitalisasi ruang terbuka sebagai sarana bermain anak.

Sementara itu, Wakil Walikota Bukittinggi, Ibnu Asis mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sumbar terhadap penyelenggaraan Alek Anak Nagari sebagai ruang edukasi budaya bagi generasi muda.

Menurutnya, kegiatan tersebut penting untuk menjaga keberlangsungan budaya lokal sekaligus menanamkan nilai kebersamaan, disiplin, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya daerah di tengah perkembangan era digital.

“Kami berharap Alek Anak Nagari dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda rutin Kota Bukittinggi,” ujar Ibnu Asis.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Sumbar Nurna Eva Karmila, unsur Forkopimda, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, kepala sekolah, serta peserta Alek Anak Nagari dari perwakilan pelajar se-Kota Bukittinggi. (adpsb)

Komentar