Khairil Anas: KONI Lampung Harus Cermat jangan Lukai Hati Atlet Muaythai

Sport News236 Dilihat

Bandar Lampung, Metropolis – Ketua Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI), Pengprov Lampung, Khairil Anas sayangkan sikap KONI Lampung yang terjadwal hadir di Musprovlub PBMI Versi La Nyala di sletariat DPD-RI jalan Patimura, Bandar Lampung, Sabtu (23/05/2026).

Hal ini kata Khairil Anas, melukai hati atlet dari cabor PBMI pengprov Lampung, yang sudah memberikan segenap jiwa raga untuk Lampung di PON Aceh-Sumut 2024 lalu.

“KONI Lampung harus cermat jangan Lukai hati atlet Muaythai, ngapain KONI hadir? harusnya KONI bijak selaku orangtua, menimbang dan menjaga perasaan kami sebagai cabor, kalau datang kan seolah memberi restu, padahal kami masih berkonflik,” kata Khairil Anas.

Saat ini kata Carles-sapaan akrabnya, PBMI pusat versi Nadim Al Farell sedang melayangkan gugatan di PTUN dan menunggu RUDP bersama komisi 10 DPR-RI.

“Artinya ini diatas belum fix, seharusnya KONI bersifat netral, termasuk di Lampung yang diakui masih pengurus lama yang memiliki SK sah,” lanjutnya.

Ia lantas mengkritik sikap pengurus versi La Nyala yang dinilai merusak kondusifitas dan mental atlet Muaythai.

“Kita susah payah membangun atlet, tiba-tiba ada beginian, lah kemaren kemana saja saat dia jadi ketum? Kenapa sampai disomasi 30 pengurus provinsi, harusnya berkaca,” ujarnya.

Kekinian di Lampung terjadi hal mencengangkan, karena baru dalam sejarah dunia muaythai ada PLT menggelar musprov.

“Ini PLT ini anggotanya mana, yang memilih siapa? Semua anggota di Lampung ini mulai provinsi sampai kabupaten kota masih kompak menolak La Nyalla,” kecamnya.

Charles juga menyebut kalaupun ada satu dua orang turut serta tidak dapat dikatakan sah, karena pengurus lama masih punya SK aktif dan anggota yang kompak.

“Kalau ada satu dua orang itu hanya penghianat yang tidak punya malu, mereka tidak berhak menggadaikan harga diri muaythai Lampung ini, tidak sah mewakili muaythai Lampung,” demikian menurut keyakinan Khairil Anas.

Diketahui, kepengurusan PBMI se-Indonesia (30 provinsi) kompak melakukan MOSI tidak percaya pada La Nyalla.

Polemik semakin berkembang setelah terbit surat pemberhentian sementara terhadap sejumlah pengurus provinsi yang dinilai cacat secara administratif.

Pengangkatan Pelaksana Tugas (Plt) pengurus provinsi oleh pihak La Nyalla bertentangan dengan ketentuan AD/ART organisasi.

Konflik kemudian berlanjut dengan pelaksanaan Munaslub di Hotel Bidakara yang menetapkan kembali La Nyalla sebagai Ketua Umum PBMI periode 2026–2030.

Sementara itu, pengurus provinsi yang merasa kepengurusannya masih sah menggelar Munaslub tersendiri di Hotel Osaka PIK dan secara aklamasi memilih Nadim Al Farell sebagai Ketua Umum PBMI.

Hingga kini proses masih berlanjut, para pihak belum memiliki legalitas yang jelas, sebab satu akte satu AD/ART tapi ada dua versi.

Hal inilah yang kemudian menjadi kekecewaan Muaythai Lampung.

Konflik masih berlangsung sehingga KONI harus sangat berhati-hati menentukan sikap.

Red

Komentar