Gubernur Mahyeldi Ajak Masyarakat Maknai 1 Muharam dengan Perubahan dan Penguatan Karakter

Sumatera Barat120 Dilihat

PADANG – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah sebagai ajang refleksi diri sekaligus memperkuat komitmen untuk berperan aktif dalam membangun generasi yang berkarakter, religius, dan berkontribusi positif bagi daerah.

Ajakan itu disampaikan Mahyeldi dalam kegiatan Subuh Mubarakah yang dilaksanakan secara kolaboratif antara Pemerintah Provinsi dan Polda Sumbar di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi, Minggu (5/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti ribuan peserta yang berasal dari Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Sumbar dan jajaran Polda Sumbar serta masyarakat umum.

Mahyeldi menegaskan, makna hijrah tidak hanya dimaknai sebagai pergantian tahun baru Islam, tetapi harus diwujudkan dalam perubahan sikap, perilaku, dan kualitas kehidupan sehari-hari.

“Bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah ini, mari kita sama-sama merefleksi diri dan memperkuat komitmen untuk menjadikan hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus lebih baik daripada hari ini. Semoga semangat berhijrah itu, senantiasa hadir dalam diri kita semua,” ujar Mahyeldi.

Menurutnya, semangat hijrah juga perlu diwujudkan melalui penguatan kolaborasi seluruh unsur, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, ulama, dan masyarakat. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan sosial sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di Sumbar.

Pada kesempatan itu, Pemprov Sumbar juga memberikan penghargaan kepada para pelajar dan mahasiswa pemenang lomba video pendek bertema hijrah. Mahyeldi menilai tingginya partisipasi generasi muda dalam lomba tersebut menunjukkan kepedulian mereka terhadap berbagai persoalan sosial di lingkungan sekitarnya.

“Melalui karya-karya mereka, kita melihat kepedulian terhadap bahaya narkoba, perilaku menyimpang, serta pentingnya kembali kepada nilai-nilai kebaikan. Ini menjadi harapan bahwa generasi muda mampu menjadi agen perubahan yang menyebarkan pesan-pesan positif di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Kapolda Sumbar, Komjen Pol. Gatot Tri Suryanta menekankan pentingnya membiasakan salat Subuh berjamaah sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak usia dini. Ia berharap gerakan tersebut dapat terus diperluas di seluruh kabupaten dan kota di Sumbar.

“Kalau budaya agama ditanamkan sejak kecil kepada anak-anak di seluruh Sumatera Barat, insyaallah cita-cita menuju Indonesia Emas akan terwujud,” ujar Gatot.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda juga meluncurkan buku Pendidikan Agama dan Culture Policing sebagai Benteng Keasramaan Polri. Menurutnya, buku tersebut disusun sebagai panduan memperkuat pembangunan karakter keluarga besar Polri melalui perpaduan pendidikan agama dan nilai-nilai budaya kepolisian.

“Keluarga adalah fondasi utama dalam membentuk generasi yang berintegritas, religius, disiplin, dan memiliki semangat pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

Dipenghujung kegiatan, Ustadz Dr. Desman, M.A. menyampaikan tausiah bertema Hijrah Sejati dan Hakikatnya. Ia mengingatkan bahwa setiap insan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri karena pintu taubat selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin kembali ke jalan Allah.

Mengutip Surah Az-Zumar ayat 53, ia mengajak umat Islam agar tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah SWT, sebab Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh berhijrah menuju kehidupan yang lebih baik. (adpsb)

Komentar