Dosen Fakultas Psikologi Islam UIN RIL Jadi Presenter di Seminar Internasional Mahidol University Thailand

Kabar Kampus31 Dilihat

Bandar Lampung – Dosen Fakultas Psikologi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL), H. Rahmad Purnama, M.Si., turut berpartisipasi sebagai presenter dalam kegiatan International Seminar yang diselenggarakan Mahidol University, Selasa, (12/05/2026).

Kegiatan akademik internasional tersebut berlangsung di Faculty of Social Sciences and Humanities, Mahidol University, Salaya, Thailand, dan diikuti akademisi, peneliti, serta praktisi dari berbagai negara.

Seminar internasional ini menjadi ruang pertukaran gagasan ilmiah terkait berbagai isu strategis global, khususnya di bidang sosial, pendidikan, kesehatan mental, dan tantangan lingkungan yang semakin kompleks di era modern.

Dalam forum itu, Rahmad Purnama mempresentasikan artikel ilmiah berjudul The Role of Environmental Risk Perception as a Mediator in the Relationship Between Eco-Anxiety and Pro-Environmental Decisions Among Gen Z in Lampung. Partisipasinya menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik global sekaligus meningkatkan kontribusi perguruan tinggi Indonesia dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis riset.

Penelitian tersebut membahas fenomena eco-anxiety atau kecemasan ekologis yang semakin banyak dialami generasi muda akibat meningkatnya kekhawatiran terhadap perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Kajian ini secara khusus meneliti hubungan antara eco-anxiety, persepsi risiko lingkungan, dan keputusan perilaku pro-lingkungan pada Generasi Z di Provinsi Lampung. Penelitian juga mengkaji bagaimana persepsi risiko lingkungan berperan sebagai variabel mediasi yang memengaruhi hubungan antara kecemasan ekologis dengan perilaku individu dalam mengambil keputusan yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa perubahan iklim global tidak hanya berdampak pada aspek ekologis dan sosial, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologis masyarakat, terutama generasi muda yang memiliki intensitas tinggi dalam mengakses informasi mengenai krisis lingkungan melalui media digital.

“Generasi Z menjadi kelompok yang cukup rentan mengalami eco-anxiety karena tingginya kesadaran terhadap isu perubahan iklim, bencana alam, pencemaran lingkungan, dan ancaman keberlanjutan kehidupan di masa depan,” tuturnya.

Namun demikian, Rahmad menilai kecemasan tersebut tidak selalu berdampak negatif. Dalam konteks tertentu, eco-anxiety justru dapat menjadi dorongan psikologis yang memotivasi individu untuk melakukan tindakan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

“Eco-anxiety tidak selalu melahirkan dampak negatif. Dalam kondisi tertentu, kecemasan itu bisa menjadi motivasi bagi individu untuk lebih peduli dan mengambil keputusan yang mendukung kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara eco-anxiety dengan persepsi risiko lingkungan. Individu yang memiliki tingkat kecemasan lingkungan lebih tinggi cenderung memiliki persepsi yang lebih kuat terhadap ancaman kerusakan lingkungan dan perubahan iklim.

Selain itu, penelitian ini juga menemukan adanya hubungan signifikan antara persepsi risiko lingkungan dengan keputusan pro-lingkungan.

Temuan lainnya menunjukkan bahwa persepsi risiko lingkungan memiliki peran penting sebagai mediator dalam hubungan antara eco-anxiety dan keputusan pro-lingkungan. Artinya, individu yang mengalami kecemasan terhadap isu lingkungan tidak secara otomatis melakukan tindakan pro-lingkungan, melainkan melalui proses kognitif berupa penilaian terhadap tingkat risiko lingkungan yang mereka rasakan.

“Individu yang merasa cemas terhadap isu lingkungan tidak otomatis langsung melakukan tindakan pro-lingkungan. Ada proses penilaian terhadap risiko lingkungan yang memengaruhi keputusan mereka,” katanya.

Kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan psikologi lingkungan, khususnya terkait pemahaman mengenai hubungan antara respons emosional, persepsi risiko, dan perilaku ekologis pada generasi muda.

Selain itu, penelitian tersebut juga diharapkan dapat menjadi rujukan dalam penyusunan program edukasi lingkungan dan penguatan kesadaran ekologis masyarakat.

Partisipasi Rahmad Purnama dalam seminar internasional ini sekaligus menjadi bentuk komitmen UIN RIL dalam mendukung peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah di tingkat internasional.

Keikutsertaan dosen dalam forum akademik global diharapkan mampu memperluas kolaborasi riset, memperkuat reputasi institusi, serta mendorong pengembangan keilmuan yang relevan dengan tantangan global saat ini.

Hms UIN Ril

Komentar