Pemko Payakumbuh Perkuat Perlindungan Anak di Era Digital, Pelajar Dibekali Literasi Bermedia Sosial

Payakumbuh165 Dilihat

Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat upaya perlindungan anak di era digital dengan membekali ratusan pelajar SMK Negeri 3 Payakumbuh pemahaman tentang etika bermedia sosial, pencegahan perundungan siber (cyberbullying), serta pentingnya menjaga keamanan data pribadi.

Edukasi tersebut diberikan melalui kegiatan sosialisasi bertajuk “Stop Bullying dan Etika Bermedia Sosial, Kita Wujudkan Sekolah Ramah Anak” yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Payakumbuh di aula sekolah setempat, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah preventif pemerintah daerah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan ramah anak, termasuk di ruang digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja.

Kepala DP3AP2KB Kota Payakumbuh, Desmon Korina, mengatakan tantangan perlindungan anak saat ini tidak hanya muncul di lingkungan fisik, tetapi juga berkembang di dunia maya seiring meningkatnya penggunaan teknologi informasi dan media sosial di kalangan pelajar.

Menurutnya, edukasi mengenai etika digital dan pencegahan cyberbullying perlu diberikan sejak dini agar siswa mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab dan terhindar dari berbagai bentuk kekerasan digital.

“Sekolah ramah anak tidak hanya diwujudkan di lingkungan belajar secara langsung, tetapi juga di ruang digital tempat siswa berinteraksi setiap hari,” ujarnya.

Untuk memperkuat pemahaman peserta, DP3AP2KB menghadirkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Payakumbuh, Kurniawan Syah Putra, sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Kurniawan menjelaskan bahwa penguatan literasi digital sejalan dengan komitmen Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dalam menyiapkan generasi muda yang unggul, berkarakter, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai etika dan tanggung jawab sosial.

Menurutnya, Pemerintah Kota Payakumbuh terus mendorong terciptanya ruang digital yang aman, sehat, dan produktif bagi generasi muda melalui peningkatan literasi digital, perlindungan anak, serta pencegahan berbagai bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan.

“Arahan Bapak Wali Kota Zulmaeta sangat jelas, yakni mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan kemampuan memanfaatkan teknologi secara bijak serta bertanggung jawab,” katanya.

Kurniawan menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membuka peluang yang luas bagi pelajar untuk belajar, berinteraksi, dan mengembangkan potensi diri. Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan berbagai tantangan, seperti perundungan siber, penyebaran informasi palsu (hoaks), hingga ancaman penyalahgunaan data pribadi.

“Media sosial harus menjadi ruang untuk belajar, berkarya, dan berprestasi, bukan tempat untuk melakukan perundungan. Setiap komentar, unggahan, maupun pesan yang kita kirim meninggalkan jejak digital dan dapat memengaruhi kehidupan orang lain,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa dunia digital bukan ruang tanpa aturan, melainkan bagian dari kehidupan nyata yang menuntut tanggung jawab, etika, dan kepedulian terhadap sesama pengguna.

Menurutnya, perundungan siber dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari hinaan, ejekan terhadap kondisi fisik, penyebaran foto tanpa izin, pengucilan dalam grup percakapan, hingga penggunaan akun palsu untuk menyerang atau mempermalukan seseorang.

“Perundungan siber bukan sekadar candaan. Dampaknya dapat memengaruhi kesehatan mental, menurunkan rasa percaya diri, mengganggu proses belajar, bahkan memengaruhi masa depan korban,” tegasnya.

Karena itu, pelajar yang menjadi korban cyberbullying diimbau tidak membalas tindakan pelaku. Mereka disarankan menyimpan bukti percakapan atau unggahan, memblokir akun pelaku, dan segera

Komentar