Bandar Lampung, Metropolis – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Karang Taruna Provinsi Lampung bersinergi untuk memperkuat ekonomi desa. Gagasan ini sejalan dengan program Desaku Maju yang digulirkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.
Hal itu terungkap dalam pertemuan antara
Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy dan jajaran dengan Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung Wahrul Fauzi Silalahi dan jajaran di Kantor OJK Lampung, Senin (10/8).
Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, mengungkapkan bahwa fokus pembangunan ekonomi daerah tidak boleh hanya berpusat di kawasan perkotaan, melainkan harus menyentuh hingga ke pelosok desa. Menurutnya, potensi pemuda di desa sangat besar jika dibina melalui ekosistem kewirausahaan yang terstruktur.
“Pak Gubernur sangat konsen dengan hilirisasi dan pembangunan ekonomi yang episentrumnya ada di desa. Biar pemerataan kesejahteraan itu tidak melulu dinikmati oleh teman-teman yang ada di kota, tetapi terlihat nyata buat masyarakat di desa,” kata Otto Fitriandy.
Otto menjelaskan, Karang Taruna dipilih sebagai mitra strategis OJK karena memiliki jejaring keorganisasian yang kuat dan terstruktur mulai dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga menjangkau tingkat desa.
Sebagai langkah awal, OJK Lampung berencana menginisiasi program pembinaan kewirausahaan pemuda ini di 30 desa yang masuk dalam program prioritas Gubernur Lampung, yaitu program Desaku Maju.
Ke-30 desa ini merupakan perwakilan dari seluruh kabupaten yang ada di Provinsi Lampung, sehingga diharapkan dapat menjadi percontohan yang mudah direplikasi oleh pemerintah daerah setempat.
“Kita bisa memulainya di 30 desa prioritas Pak Gubernur, yaitu Desaku Maju. Karena 30 desa itu mewakili seluruh kabupaten di Lampung. Harapannya, kalau nanti sukses terlaksana, teman-teman di kabupaten tinggal mereplikasi saja untuk desa-desa yang lain,” ujar Otto.
Selain mencetak wirausaha baru, program kolaborasi ini juga ditujukan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat perdesaan. Otto membeberkan bahwa penggunaan atau akses masyarakat terhadap industri jasa keuangan di Lampung telah mencapai kisaran 80 persen pada tahun 2025, yang berarti terus mendekati target nasional sebesar 90 persen.
Namun, pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan risiko produk jasa keuangan atau tingkat literasi keuangan saat ini masih berada di kisaran 66 persen. Melalui keterlibatan pemuda desa dalam aktivitas kewirausahaan yang terhubung langsung dengan akses keuangan resmi, OJK optimistis tingkat literasi dan kemandirian ekonomi masyarakat desa di Provinsi Lampung akan meningkat secara merata dan berkelanjutan.
Sementara, Ketua Karang Taruna Provinsi Lampung, Wahrul Fauzi Silalahi, menyambut baik dan akan mendukung penuh program tersebut.
Sebab, program itu sangat sejalan dengan program strategis Karang Taruna yakni mencetak banyak pengusaha muda di seluruh penjuru desa di Provinsi Lampung.
“Program ini dirancang untuk menciptakan wirausahawan muda berbasis desa yang mampu membuka lapangan kerja baru serta memperkuat ketahanan ekonomi lokal,” ungkapnya.
Wahrul menjelaskan bahwa program pencetakan wirausaha muda ini merupakan bagian dari komitmen dan arahan langsung Gubernur Lampung dalam mempercepat pembangunan kawasan perdesaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui jalur kewirausahaan pemuda.
”Melalui sinergi antara Karang Taruna, Pemerintah Daerah, OJK dan lembaga keuangan formal, diharapkan wirausahawan muda yang lahir dari desa dapat menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang mandiri dan berdaya saing di masa depan,” pungkasnya.
Rls
