Groundbreaking Hunian Tetap di Agam dimulai, BNPB Tekankan Kolaborasi

AGAM289 Dilihat

Agam, Metropolis.co.id — Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Mandiri berbasis teknologi Sepablock resmi dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) di Jorong Kayu Pasak Nagari Salareh Aia Kecamatan Palembayan, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sestama BNPB, Dr. apt. Rustian, S.Si., M.Kes., bersama Wakil Bupati Agam, H. Muhammad Iqbal, S.E., M.Com., serta Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd. Lutfi AR, S.H., M.Si. Turut hadir Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB, Brigjen Pol (Purn) Ir. Ary Laksmana Widjaja, S.H., M.Si., Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Provinsi Sumatera Barat, Joko Siswoyo, S.T., M.T., Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Infrastruktur BNPB, Dr.Ir.Afrial Rosya, Kepala Biro Perencanaan BNPB Andria Yuferizal, serta perwakilan PT Semen Padang.

Dalam sambutannya, Sestama BNPB menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor yang dikenal sebagai Pentahelix menjadi kunci utama dalam penanganan bencana, mulai dari tahap tanggap darurat hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi. Karena itu, seluruh unsur harus bergerak cepat, tepat, dan berkolaborasi dalam setiap tahapan penanganan bencana,” tegasnya.

Program Huntap Mandiri ini mengusung teknologi Sepablock, yakni sistem bata interlock yang memungkinkan proses pembangunan lebih cepat, efisien, serta memiliki ketahanan terhadap gempa. Selain itu, teknologi ini juga ramah lingkungan dan telah melalui kajian teknis yang matang, sehingga diyakini mampu menghadirkan hunian yang aman dan nyaman bagi masyarakat terdampak.

Ketua Harian Unsur Pengarah BNPB, Ary Laksmana Widjaja, menyampaikan bahwa pembangunan huntap ini merupakan wujud komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BNPB dalam memastikan masyarakat memperoleh hunian yang layak dan berkelanjutan. Huntap merupakan tujuan akhir pemenuhan kebutuhan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat terdampak yang rumahnya rusak berat akibat bencana banjir dan longsor, dimana sementara ini mereka masih tinggal di hunian sementara (huntara) maupun tinggal di rumah saudara atau kerabat atau sewa.

Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Agam, di antaranya Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam beserta jajaran, Wakapolres Agam Kompol Mudasir, S.H., M.H., serta Danramil Palembayan Kapten Arh Yuliar mewakili Dandim Agam. Hadir pula kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam serta insan pers.

Dengan dimulainya pembangunan Huntap Mandiri ini, diharapkan masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Palembayan segera memiliki hunian yang layak, aman, dan berkelanjutan.

Program ini juga diharapkan menjadi model penanganan pascabencana berbasis kolaborasi di Sumatera Barat.

Diwarsyah

Komentar