Bupati Agam Ambil Bagian Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

AGAM87 Dilihat

Agam, Metropolis.co.id — Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM Dt Tan Batuah, mengikuti kegiatan tanam padi serentak seluas 50.000 hektare yang digelar secara nasional di 25 provinsi di Indonesia, Kamis (30/4).

Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

Di Kabupaten Agam, kegiatan dipusatkan di Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya. Lokasi ini dipilih sebagai salah satu titik pelaksanaan karena sebelumnya terdampak bencana banjir pada 2025, sehingga menjadi prioritas dalam program pemulihan dan optimalisasi lahan pertanian.

Acara tersebut turut dihadiri secara virtual oleh Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (PPSDMP), Idha Widi Arsanti, serta Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, bersama sejumlah kepala daerah dari berbagai provinsi.

Kepala Badan PPSDMP, Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa program tanam padi serentak ini mencakup total luasan 50.000 hektare yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk kawasan optimalisasi lahan (oplah) 2024–2025 dan program cetak sawah rakyat (CSR) 2025.

Ia menegaskan, sektor pertanian memegang peranan vital dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Oleh sebab itu, Kementerian Pertanian terus mendorong percepatan peningkatan produksi melalui berbagai program strategis, termasuk optimalisasi lahan rawa, non-rawa, hingga lahan marginal di luar lahan baku sawah.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memastikan lahan yang telah dioptimalkan dan dicetak dapat segera dimanfaatkan secara maksimal untuk produksi pangan,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyampaikan bahwa bencana yang terjadi pada akhir 2025 memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian di wilayahnya. Sektor ini selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat.

Menurutnya, kerusakan tidak hanya terjadi pada lahan pertanian, tetapi juga meliputi infrastruktur pendukung seperti jaringan irigasi, jalan usaha tani, alat dan mesin pertanian, hingga sarana penyuluhan.

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengapresiasi dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang terus mengalokasikan anggaran untuk pemulihan dan penguatan sektor pertanian, sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di daerah.

Diwarsyah

Komentar