FPTI Lampung Gaet Atlet Berbakat Usia Dini Melalui Youth and Kids Climbing Competition 2026

Sport News147 Dilihat

Banar Lampung, Metropolis – Kejuaraan Lampung Youth and Kids Climbing Competition 2026 yang diselenggarakan Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Lampung mencatat animo tinggi dari atlet usia dini dan remaja.

Total peserta yang ambil bagian mencapai 106 orang atau melampaui target ppanitia

Kegiatan yang berlangsung di venue panjat tebing PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Kamis (14/5/2026), diikuti atlet dari sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Lampung.

Ketua FPTI Lampung, Rudi Antoni mengatakan target awal panitia sebenarnya hanya 100 peserta. Namun tingginya minat atlet muda membuat jumlah pendaftar melebihi perkiraan.

“Target kami awalnya 100 peserta dan itu sudah cukup berani. Alhamdulillah ternyata yang ikut mencapai 106 peserta,” kata Rudi.

Menurutnya, perkembangan panjat tebing di Lampung mulai menunjukkan tren positif. Olahraga ini dinilai bukan lagi sekadar aktivitas hobi, tetapi sudah menjadi cabang olahraga prestasi yang memiliki peluang besar di level nasional hingga internasional.

Melalui ajang tersebut, FPTI Lampung juga ingin memperluas dampak kegiatan olahraga dengan menghadirkan kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kami tidak hanya membuat kompetisi olahraga. Ada donor darah bersama PMI, bazar UMKM dan kegiatan sosial lainnya agar olahraga juga memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Rudi berharap kompetisi kelompok usia ini mampu menjadi wadah pembinaan atlet muda panjat tebing Lampung untuk menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi di masa mendatang.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum IV KONI Lampung, A. Chrisna Putra menilai panjat tebing merupakan salah satu cabang olahraga potensial penyumbang prestasi bagi Lampung maupun Indonesia.

Ia menyebut keberhasilan atlet nasional seperti Leonardo menjadi motivasi penting bagi atlet-atlet muda Lampung untuk terus berlatih dan berprestasi.

“Panjat tebing membutuhkan kekuatan fisik, mental, disiplin dan latihan yang serius. Karena itu dukungan orang tua dan pembinaan sejak dini sangat penting,” kata Chrisna.

Menurutnya, kompetisi usia muda seperti ini tidak hanya berbicara soal kemenangan, tetapi juga membangun karakter, semangat juang, serta sportivitas atlet.

“KONI Lampung tentu mendukung cabang olahraga yang fokus melakukan pembinaan dan memiliki target prestasi,” ujarnya.

Red

Komentar