Pemko Payakumbuh Perkuat Kesiapsiagaan Warga Lewat Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana

Payakumbuh81 Dilihat

Payakumbuh — Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana melalui Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana yang diselenggarakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Payakumbuh. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta dalam membangun masyarakat yang tangguh, siap, dan responsif menghadapi berbagai ancaman bencana.

Pelatihan dibuka Wali Kota Payakumbuh melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman di Aula Peternakan Provinsi Sumatera Barat, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan dilaksanakan dalam tiga angkatan dan diikuti 150 peserta dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader Posyandu, relawan kemanusiaan, organisasi kemasyarakatan, organisasi pencinta alam, hingga Kelompok Siaga Bencana (KSB).

Mewakili Wali Kota Zulmaeta, Elzadaswarman mengatakan peningkatan kapasitas masyarakat merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana, baik bencana alam maupun nonalam.

“Kita semua menyadari bahwa wilayah Indonesia, termasuk Kota Payakumbuh, memiliki potensi risiko bencana yang cukup tinggi, baik alam maupun nonalam. Oleh karena itu, upaya peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat ini tidak dapat ditunda,” katanya.

Menurutnya, penanggulangan bencana tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Karena itu, penguatan kesiapsiagaan warga menjadi investasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh sekaligus menumbuhkan budaya sadar bencana.

“Pelatihan ini merupakan langkah yang sangat strategis dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh, sigap, dan mampu berperan aktif dalam upaya pencegahan serta mitigasi bencana,” ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta tidak hanya memahami materi yang disampaikan narasumber, tetapi juga mampu menerapkan keterampilan tersebut di lingkungan masing-masing sehingga risiko dan dampak bencana dapat diminimalkan.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, mengatakan pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang pencegahan, kesiapsiagaan, dan penanggulangan bencana.

Ia menjelaskan, angkatan pertama pada 1–2 Juli 2026 diikuti kader Posyandu se-Kota Payakumbuh. Angkatan kedua pada 6–7 Juli 2026 diikuti unsur Palang Merah Indonesia, Organisasi Amatir Radio Indonesia, Radio Antar Penduduk Indonesia, Taruna Siaga Bencana, Pemuda Pancasila, serta organisasi pencinta alam.

Adapun angkatan ketiga pada 8–9 Juli 2026 diikuti Kelompok Siaga Bencana se-Kota Payakumbuh. Masing-masing angkatan diikuti 50 peserta sehingga total peserta mencapai 150 orang.

“Kami berharap seluruh peserta dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana, sekaligus mampu menjadi garda terdepan di lingkungan masing-masing dalam upaya pengurangan risiko bencana,” ujar Devitra.

Selain pembekalan mengenai manajemen posko dan kesiapsiagaan penanganan darurat, peserta juga memperoleh materi pertolongan pertama gawat darurat, trauma healing bagi korban bencana, serta materi pendukung lain yang relevan dengan mitigasi bencana.

Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap semakin banyak warga memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengenali potensi bencana, melakukan langkah mitigasi sejak dini, serta membantu penanganan keadaan darurat di lingkungan masing-masing. Upaya ini diharapkan mampu menekan risiko korban jiwa dan kerugian akibat bencana sekaligus mewujudkan masyarakat Kota Payakumbuh yang semakin tangguh menghadapi berbagai ancaman bencana. (MC)

Komentar